Mesin Waktu

Kisah Mutilasi Perempuan Muda, Puluhan Tahun Tak Terpecahkan

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 16:29 WIB
Foto: Elizabeth Short saat tertangkap 4 tahun sebelum terbunuh (Wikimedia Commons)
Jakarta - Pagi hari 73 tahun lalu, Betty Bersinger berjalan kaki dari rumahnya di Leimert Park, Los Angeles, Amerika Serikat menuju toko reparasi sepatu bersama putrinya yang berusia 3 tahun. Saat melintas di depan sebuah tanah kosong matanya terantuk pada "benda" berwarna putih yang tergeletak di atas rerumputan liar tak begitu jauh dari trotoar.

Awalnya Bersinger mengira "benda" itu sebuah maneken. Namun karena merasa janggal, dia memutuskan melihat lebih dekat. Kecurigaan Bersinger benar, "benda" itu sebenarnya sesosok mayat yang terbelah dua di bagian pinggang. Dia bergegas ke rumah terdekat dan menelpon polisi.


Polisi yang datang beberapa menit kemudian mencatat kondisi perempuan yang diletakkan telentang dengan kedua tangan terangkat itu. Kondisinya bersih tanpa darah sehingga terlihat putih pucat nyaris serupa maneken. Terdapat luka iris di kedua pipinya mulai dari ujung mulut sampai telinga. Pada pergelangan kaki, tangan, dan leher terdapat bekas ikatan.

Untuk mempercepat investigasi, polisi Los Angeles meminta bantuan Federal Bureau of Investigation (FBI). Sidik jari mayat dikirimkan ke markas FBI di Washington. Dari hasil identifikasi, korban ternyata bernama Elizabeth Short alias Bette, berusia 22 tahun yang tinggal di Hollywood.

Rekam jejak Bette juga terungkap dari arsip FBI. Bette tercatat pernah melamar pekerjaan sebagai kasir pertokoan di Camp Cooke, kompleks militer di California pada Januari 1943. Perempuan yang lahir pada Juli 1924 itu juga punya catatan kriminal. Polisi pernah menangkapnya karena mabuk saat usianya di bawah umur jelang akhir 1943.
Selanjutnya
Halaman
1 2