Non Muslim Teman Nabi (3)

Addas, Pemuda Nasrani Pengantar Buah Anggur untuk Nabi Muhammad

Erwin Dariyanto - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 16:27 WIB
Addas, Pemuda Nasrani Pengantar Buah Anggur untuk Nabi Muhammad (Foto: iStock)
Jakarta -

Sosok ketiga non muslim teman Nabi Muhammad SAW kali ini adalah Addas, seorang pembantu di kebun anggur milik Utbah. Addas adalah seorang pemuda nasrani pengantar buah anggur untuk Nabi Muhammad yang lelah usai dikejar-kejar penduduk Thaif.

Thaif adalah sebuah tempat di dataran tinggi berjarak kurang lebih 60 mil dari Makkah. Suatu hari di musim panas tahun 619 Masehi. Dalam buku Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri disebutkan bulan Syawal tahun 10 Nubuwah atau awal bulan Juni tahun 619 Masehi. Nabi Muhammad SAW pergi ke Thaif untuk berdakwah.

Sang penghulu nabi dan rasul itu pergi berjalan kaki berdua dengan seorang pembantunya, Zaid bin Haritsah. Di setiap daerah yang dilalui, tak lupa putra Abdullah bin Abdul Muthalib itu mengajak warga memeluk Islam, beriman hanya kepada Allah SWT dan mengakui Muhammad SAW utusan-Nya.

Namun tak satupun dari warga yang mau memenuhi ajakan Nabi Muhammad SAW. Hingga kemudian tiba di Thaif, Rasulullah SAW menemui tiga orang bersaudara pemimpin Bani Tsaqif. Mereka adalah anak-anak dari Amr bin Umair Ats-Tsaqfi yakni: Abd Yalail, Mas'ud dan Hubaib.

Kepada ketiganya, Rasulullah dengan ramah mengabarkan tentang Islam dan mengajak mereka hanya menyembah Allah SWT dan mengakui Muhammad utusan-NYA. Namun ketiganya terang-terangan menolak dakwah Nabi Muhammad SAW.

"Jika Tuhan benar-benar mengutusmu, aku akan meruntuhkan Kakbah," kata salah satu pimpinan Bani Tsaqif seperti dikutip dari novel biografi, Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan karya Tasaro.

Mendapat penolakan tersebut, Rasulullah tak lekas pulang ke Makkah. Dikutip dari buku Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, Muhammad berada di Thaif selama 10 hari.

Lelaki yang yatim sejak dalam kandungan itu tak lelah mengajak warga Thaif agar beriman kepada Allah SWT dan mengakui Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah. Namun tak seorang pun warga di Thaif yang mau.



Selanjutnya
Halaman
1 2 3