Awal Nine Dash Line

Berawal dari Salah Terjemah, Peta Laut China Selatan Tabrak Natuna

Danu Damarjati - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 14:09 WIB
Ilustrasi 9 Garis Putus-putus yang diklaim China, menabrak Natuna Indonesia juga. (DW News)
Ilustrasi 9 Garis Putus-putus yang diklaim China, menabrak Natuna Indonesia juga. (DW News)
Jakarta - Indonesia bereaksi usai China mengklaim Perairan Natuna. Klaim China atas Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia itu didasari oleh peta yang mereka bikin sendiri, yakni peta 'Nine Dash Line' atau 9 Garis Putus-putus China. Biang persoalan peta itu dinilai pakar berawal dari salah terjemahan.

Gara-gara salah terjemahan, pemerintah China sempat menganggap laut dangkal sebagai pulau. Celakanya, pulau yang tak pernah ada itu kemudian dipakai sebagai patokan batas lautan negara.

Penjelasan ini disampaikan ahli dari Chatam House, The Royal Institute of International Affairs, bernama Bill Hayton. Karyanya berjudul 'The Modern Origins of China's South China Sea Claims: Maps, Misunderstandings, and the Maritime Geobody', dimuat dalam jurnal Modern China, Sage Journals, tahun 2018.



Pembuatan peta berawal dari tahun 1933. Pemerintah Kuomintang pimpinan Chiang Kai-shek mendirikan Komite Pemetaan Daratan dan Lautan. Dua tahun kemudian, terbitlah 'Tabel Bahasa China dan Inggris untuk Semua Pulau dan Karang di Laut China Selatan'.

Berdasarkan pelacakan Bill Hayton, peta produk pemerintah China saat itu adalah hasil salinan dari United Kingdom Hydrographic Office tahun 1906 berjudul 'China Sea Directory Volume 1 dan 2', serta dari 'Asiatic Archipelago' terbitan Edward Stanford Ltd of London, tahun 1918. Dua-duanya merupakan peta bikinan Inggris.



Peta China produk Komite Pemetaan terbit tahun 1935. Namun peta tersebut memuat kesalahan terjemahan dan transliterasi dari Bahasa Inggris ke Bahasa China. Akibatnya fatal: muncul pulau-pulau yang sebenarnya tidak ada di dunia nyata.

Sebut saja: Busung Pasir Stags, Busung Pasir Owen, Dangkalan Seahorse (atau Routh), Karang Ganges, Pulau Karang Marino, Karang Glasgow, dan Busung Pasir Viper. Pulau-pulau itu sebenarnya adalah hasil salah terjemahan.

Ada dua lokasi yang penting di sini, yakni James Shoal yang terletak sekitar 100 km dari Kalimantan, dan Vanguard Bank dekat Vietnam. Dua lokasi itu kemudian menjadi titik terjauh pemetaan Laut China Selatan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4