Pimpinan KPK Dikirimi Jamu Antidiare: Jangan Mencret Tangani Korupsi

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 15 Jan 2020 13:05 WIB
Jamu antidiare untuk Pimpinan KPK (Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta - Sejumlah aktivis maupun peneliti dari berbagai LSM mendatangi KPK. Mereka mengaku membawakan jamu antidiare untuk Pimpinan KPK.

"Hari ini kita berencana menyerahkan jamu antidiare kepada Komisioner KPK dengan harapan tentu saja jamu ini pertama membuat Komisioner KPK tidak terkena sakit diare selama musim banjir dan musim penghujan," ucap Ray Rangkuti yang merupakan Pendiri LSM Lingkar Madani di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2020).




Ray ditemani Jerry Sumampouw sebagai Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI), Rahmat dari Indonesi Budget Center, Badi'ul Hadi sebagai Manajer Riset Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Kaka Suminta dari Komite Independen Pemantau Pemilu Indonesia, dan Arif Susanto sebagai Analis Politik Exposit Strategic, Arif Susanto.

Tampak mereka membawa kertas dengan tulisan seadanya sekaligus kotak yang diakunya berisi jamu antidiare. Kertas-kertas itu dipamerkan dengan berbagai tulisan seperti 'Negara Sehat Tanpa Diare Tanpa Korupsi' dan 'KPK Jangan Mencret Tangani Korupsi'.

"Sejauh ini kita tunggu langkah tegas KPK. Karena kita ketahui KPK baru melakukan penggeledahan di satu ruangan. Sementara dalam langkah KPK yang sudah sama-sama kita ketahui, ada rencana juga melakukan penyegelan terhadap salah satu kantor, partai politik yang sampai sekarang kita nggak tahu kapan penyegelan ini dilakukan," sambung Ray.



Dia secara gamblang menyoroti tentang pengusutan kasus suap yang menjerat Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Dia berharap penyidik KPK tidak juga terkena 'diare' dalam pengusutan kasus.

"Oleh karena itu kami dari civil society atas nama per orang berinisiatif memberikan jamu antidiare. mengingat sekarang ini sedang musim penghujan, karena ada saja orang yang mau disidik bisa sakit diare. Jangan sampai juga penyidiknya sakit diare," tuturnya. (dhn/fjp)