Komisi II: Sebagai Penyelenggara, KPU Sendiri Jadi Titik Rawan Pemilu

Mochamad Zhacky - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 17:31 WIB
Komisi II DPR RI menggelar rapat kerja bersama KPU, Bawaslu, hingga DKPP. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Komisi II DPR RI menggelar rapat kerja bersama KPU, Bawaslu, hingga DKPP. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Arwani Thomafi berbicara mengenai dampak kasus dugaan suap Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Arwani menilai kasus Wahyu memperkuat analisis yang menyebut KPU sebagai titik rawan melakukan pelanggaran pemilu.

Hal tersebut disampaikan Arwani dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR dengan KPU, Bawaslu, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Arwani awalnya berbicara perihal indeks kerawanan pemilu yang kerap disampaikan Bawaslu.


"Karena kalau kita lihat Bawaslu ini aktif menyampaikan indeks kerawanan pemilu. Saya kira kasus kemarin itu (kasus dugaan suap Wahyu Setiawan) memperjelas bahwa salah satu poin penting dari indeks kerawanan itu, ya, nggak jauh-jauh dari Bawaslu," kata Arwani.

Setelah itu, barulah Arwani mengungkapkan penilaiannya. Politikus PPP itu mengatakan KPU rawan melakukan pelanggaran karena berstatus penyelenggara pemilu.


Selanjutnya
Halaman
1 2