Polri Cek Video Polisi Ngaku Top Up MeMiles Rp 13 Juta Dapat Hummer

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 14:58 WIB
Penawaran bisnis MeMiles (ist.)
Jakarta - Video seorang anggota Polri yang mengaku mendapatkan mobil lewat investasi di MeMiles tersebar di media sosial. Polri akan mencari dan meminta klarifikasi anggotanya terdiri.

Dalam video itu, seorang berseragam polisi yang mengaku bernama Kompol Pudjo menyatakan sudah melakukan top up di MeMiles senilai Rp 13 juta. Kompol Pudjo yang berdinas di Propam Mabes Polri mengaku mendapat mobil dari investasi tersebut.

"Saya top up iklan sebesar 13 juta dan sekarang saya mendapatkan reward mobil Hammer SUV H3. Ternyata MeMiles tidak bohong, asal sabar menunggu dan yakin," kata Pudjo dalam video itu. Di pasaran, harga Hummer yang dimaksud bisa di atas Rp 2 miliar.


Atas beredarnya video itu, Mabes Polri akan mencari tahu kebenarannya.

"Nanti akan kita cek dulu, akan saya konfirmasi," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020).

Argo mengatakan polisi tersebut merupakan anggota Propam.

"Dia kan di Propam ya, akan saya cek dulu," ujarnya.

Sebelumnya, Polda Jatim menangkap pucuk pimpinan pembuat aplikasi MeMiles, Kamal Tarachand Mirchandani atau yang biasa dipanggil Sanjay. Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan MeMiles tak memiliki izin operasi dari perbankan. Untuk itu, investasi ini tak memiliki jaminan dan membahayakan masyarakat. Terlebih, iming-iming bonus yang ditawarkan cukup fantastis.

"Mereka memiliki 264 ribu member dari selama 8 bulan dengan nilai omzet hampir Rp 750 miliar dan kami sudah melakukan penahanan dan menetapkan tersangka 2 orang inisial KP dan FS. Ini salah satu direktur utamanya dan salah satu orang kepercayaannya dan juga sudah mengamankan atau memblokir rekening atas nama PT Kam and Kam," kata Luki. (abw/asp)