Kivlan Zen Merasa Dikriminalisasi di Kasus Senpi

Faiq Hidayat - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 14:52 WIB
Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta - Kivlan Zen merasa dikriminalisasi dalam kasus kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dan peluru tajam. Sebab, dakwaan yang disusun jaksa penuntut umum (JPU) dinilai tidak lengkap dan cermat.

"Terdakwa yang sekarang hanya sebagai warga negara biasa telah merasa dikriminalisasi di tingkat penyidikan dan penuntutan sehingga di pengadilan sepatutnya kriminalisasi tersebut menjadi sirna sebagaimana yang mulia adalah wakil Tuhan dalam memberikan keadilan kepada rakyat," kata Kivlan Zen saat membacakan eksepsi atau nota keberatan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Bungur Raya, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Kivlan juga mengatakan JPU tidak lengkap menyebutkan Pasal 1 ayat A UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Undang-undang tersebut dikatakan Kivlan tidak pernah disahkan oleh DPR dan dibatalkan oleh Presiden Sukarno.

"Berdasarkan keadaan di atas, maka terdakwa menjadi tidak jelas mengenai dakwaan tersebut, apakah penuntut umum membuat pasal pidana yang baru sebagaimana diketahui juga oleh terdakwa mengenai UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tidak pernah disahkan DPR dan diduga telah dibatalkan Presiden Sukarno setelah Indonesia lepas dari keadaan darurat pada waktu itu," jelas dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2