Top Up MeMiles Rp 100 Juta Dapat Lamborghini, Begini Sistem Kerjanya

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 08:47 WIB
Ilustrasi Lamorghini (ist.)
Ilustrasi Lamorghini (ist.)
Jakarta - Polda Jatim mengusut kasus investasi bodong MeMiles dan menyita ratusan miliar rupiah dari pendiri MeMiles, Kamal Tarachand alias Sanjay. Lebih dari 200 ribu orang jadi member MeMiles. Apa iming-iming MeMiles sehingga ribuan orang tertarik?

Berdasarkan website memiles.co yang dikutip detikcom, Selasa (14/1/2020), setiap warga bisa menjadi member MeMiles. Member diminta melakukan top up sejumlah uang dengan daya tarik mendapatkan hadiah fantastis. Yaitu:

Kendaraan Roda Dua (akan diberikan 51 - 55 hari kerja)

1. Yamaha MT25 Rp 2.400.000
2. Yamaha X-MAX Rp 2.400.000
3. Ninja 250 FI Rp 2.400.000
4. Harley-Davidson Rp 11.000.000

Kendaraan Roda Empat (akan diberikan 20-40 hari kerja)

1. Avanza dengan top up Rp 5.000.000
2. Pajero dengan top up Rp 8.400.000
3. Fortuner dengan top up Rp 8.400.000
4. Lamborghini dengan top up Rp 100.000.000
Top Up MeMiles Rp 100 Juta Dapat Lamborghini, Begini Sistem KerjanyaFoto: memiles

Emas (akan diberikan 81 - 85 hari kerja)

1. GOLD 100 Gram Rp 840.000
2. GOLD 300 Gram Rp 1.680.000
3. GOLD 1 KG Rp 6.000.000
4. GOLD 2 KG Rp 9.600.000

Simak Juga Video Berikut "Polisi Bongkar Investasi Bodong MeMiles Beraset Miliaran Rupiah"

[Gambas:Video 20detik]



Setelah melakukan to up, member MeMiles mendapatkan slot iklan produk di website MeMiles. Iklan itu bisa dilihat oleh seluruh member MeMiles di website itu. Member juga diharapkan melakukan:

1. Chek in 1x sehari (buka website MeMiles).
2. Klik-klik iklan minimal 30 iklan per hari.
3. Pasang iklan di MeMiles.



Untuk apa melakukan tiga hal di atas? Fungsinya adalah membantu MeMiles mendapatkan income dari Google. Kalau semua customer melakukan tiga hal itu, ranking MeMiles akan menanjak cepat dan income dari Google akan cepat dicairkan.

"Perlu kita ketahui bersama MeMiles mendapat support dari Google per satu kali kita klik iklan yang ada, maka pihak MeMiles mendapat bayaran IDR 150 ribu," demikian keterangan dari MeMiles.

"Kalau income dari Google cepat turun, promo-promo yang diambil setelah omzet tercapai pun ikut cepat turun. Mari kita bergerak bekerja sama menaikkan rating MeMiles," sambungnya.

Mengapa MeMiles bisa begitu yakin memberikan jaminan fantastis? Di sini yang mengundang kecurigaan pengawas jasa keuangan. Sebab, Lamborghini di pasaran harganya di atas Rp 5 miliar. Tapi bisa didapat dengan top up Rp 100 juta saja.

Menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jatim Heru Cahyono, pihaknya telah mengeluarkan rilis tentang penutupan MeMiles.

"Sebetulnya MeMiles ini sudah ditutup ya berdasarkan press release bulan Agustus. Itu berarti kan tidak mempunyai izin. Jadi kepada masyarakat jika ada penawaran-penawaran tentunya harus dicek dulu," kata Heru akhir pekan lalu.




Kini telah ada empat tersangka dalam kasus MeMiles. Keempatnya adalah Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai direktur, Suhanda sebagai manajer, Martini Luisa (ML) atau Dokter Eva sebagai motivator atau pencari member, dan Prima Hendika (PH) sebagai ahli IT. (asp/aan)