Tanggapan Istana soal UU KPK Baru yang Dinilai Perlambat Kinerja KPK

Hendra Kusuma - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 14:29 WIB
Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman (Andhika/detikcom)
Jakarta - ICW menilai UU KPK Nomor 19/2019 telah terbukti memperlambat kinerja KPK. Istana meminta semua pihak memberi kesempatan kepada pimpinan dan dewan pengawas KPK untuk bekerja.

"Kita lihat saja, kita serahkan kepada dewas KPK kepada pimpinan KPK yang sekarang. Beri kesempatan pada mereka untuk menjalankan undang-undang tersebut," kata juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020).


Fadjroel juga merespons suara yang ingin kembali ke UU KPK yang lama. Menurut Fadjroel, pemerintahan Jokowi berkomitmen untuk menghormati UU KPK yang berlaku saat ini.

"Undang-undang yang sekarang adalah undang-undang berdasarkan politik hukum pemerintahan Jokowi, menghormati hukum positif yang ada. kami hanya menjalankan apa yang menjadi undang-undang yang terbaru, yaitu UU 19 Tahun 2019 tentang KPK," kata dia.


Selanjutnya
Halaman
1 2