Polda Metro Bantah Mutasi Kasat Reskrim Jaksel Terkait Pemerasan Rp 1 M

Tim detikcom - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 13:39 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Dok. detikcom)
Jakarta - Polda Metro Jaya membantah pencopotan Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Andi Sinjaya Ghalib terkait dengan laporan Indonesia Police Watch (IPW) soal dugaan pemerasan Rp 1 miliar. Mutasi Andi Sinjaya sebagai Koorgadik Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya adalah rotasi biasa.

"Nggak ada, jangan nyebut-nyebutlah. Ada laporannya nggak? Saya nggak ngerti, saya nggak tahu. Cuma kemarin, saya luruskan saja dia itu bukan dicopot, mutasi biasa kenapa pada bingung," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (13/1/2020).

Yusri menegaskan bahwa perpindahan Andi Sinjaya ke SPN adalah mutasi biasa. Dia juga memastikan Andi Sinjaya bukan dicopot, melainkan mutasi biasa.

"Dia bukan dicopot, itu mutasi rutin biasa, karena dia ada jabatan (di SPN)," ucapnya.

"Yang dicopot misalnya 'Yusri Yunus dicopot dari Pamen Polda Metro Jaya dalam rangka diperiksa', kan gitu," sambungnya.

Ia juga menegaskan, tidak ada pemeriksaan oleh Propam Polda Metro Jaya terhadap Andi Ghalib menyusul informasi IPW tersebut.

"Nggak ada tuh," lanjutnya.

Sebelumnya, IPW menyebut ada oknum Polres Jakarta Selatan yang memeras pelapor Rp 1 miliar. Pelapor tersebut, diminta memberikan uang agar polisi melakukan tindak lanjut terhadap laporannya di Polres Jakarta Selatan.

"Kasus ini sudah kami laporkan ke Kapolda metro," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangannya, Sabtu (11/1/2020).


Selanjutnya
Halaman
1 2