Keluarga Gubernur-Sekda Riau Jadi Pejabat, Pengamat: Tidak Etis

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 09:30 WIB
Gubernur Riau Syamsuar dan Sekda Riau Yan Prana Jaya (Foto: Chaidir/detikcom)
Jakarta - Pengangkatan keluarga Gubernur Riau Syamsuar dan Sekda Riau Yan Prana Jaya sebagai pejabat di Pemprov Riau dinilai tidak etis. Kemungkinan untuk korupsi dan menutupi kejahatannya dinilai sangat besar.

"Cuma tidak etis aja satu keluarga mengelola daerah. Itu kan kemungkinan korupsinya besar dan kemungkinan mengkamuflasenya juga besar. Pokoknya menyembunyikan tindakan-tindakan korupsi yang sudah diketahui publik. Kalau dia melakukan korupsi ya, artinya kan satu keluarga kan bisa saling melindungi," kata pengamat kebijakan publik Agus Pambagio kepada wartawan, Senin (13/1/2020).


Menurut Agus, kasus jabatan yang diisi kerabat seperti yang terjadi di Riau ini masuk dalam kategori nepotisme.

"Ya nepotisme, tapi kan juga nggak masalah. Pak Presiden anaknya mau jadi wali kota kan juga nggak masalah. Cuma tidak etis," ujarnya.

Diketahui, menantu Syamsuar, Tika Rahmi Syahfitri, menjabat sebagai Kasubag Retribusi Bapenda Riau. Jabatan itu menurut Agus rawan disalahgunakan untuk menutupi kesalahan jika nantinya dia melakukan korupsi.


"Jadi nanti mudah itu menyembunyikan kalau terjadi penyalahgunaan jabatan kan mudah, karena mertuanya kan Gubernur, misalnya gitu. Karena bisa saling melindungi, karena ada hubungan darah, kan gitu. Kalau itu dipilih menjad Kepala Bagian Retribusi kan mudah itu," ucap Agus.

"Retribusi kan bukan pajak, jadi menggelapkannya lebih mudah kan. Terus gimana caranya? Apakah Gubernur menegur menantunya? Nanti dia mengancam 'kalau Bapak menghukum saya, atau memecat saya, saya ceraikan anak Bapak, mau?'," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2