Survei LSI: Warga Indonesia Nilai China Lebih Berpengaruh Ketimbang AS

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 12 Jan 2020 18:41 WIB
Foto: Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei tentang negara-negara berpengaruh di Asia. Masyarakat Indonesia menilai China lebih berpengaruh terhadap Indonesia ketimbang Amerikat Serikat (AS), namun pengaruhnya cenderung negatif.

"RRC (Republik Rakyat China) dinilai lebih besar pengaruhnya terhadap Indonesia dibanding AS. Sekitar 66% warga (Indonesia) menilai RRC berpengaruh sangat besar atau cukup besar, lebih banyak dibanding AS (49%)," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/1/2020).


Djayadi menjelaskan, survei ini dilakukan pada 10 - 15 Juli 2019 dengan sampel sebanyak 1.540 responden yang dipilih dengan metode stratified multistage random sampling dari populasi tersebut. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia berusia 17 tahun. Margin of error survei diperkirakan +/-2.5% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling.

Kendati pengaruh China di Indonesia lebih besar, namun pengaruhnya cenderung dipandang negatif oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, setidaknya ada lima negara di Asia yang paling berpengaruh bagi Indonesia.

"Pengaruh AS dan RRC sebagai dua negara terkuat disikapi berbeda oleh masyarakat. Yang memandang positif (menguntungkan) dan negatif (merugikan) pengaruh AS cenderung stabil dan berimbang dari waktu ke waktu. Sedangkan pengaruh RRC dinilai masyarakat memang makin besar tapi pengaruh itu makin negatif," tuturnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2