Puan soal PAW F-PDIP: Surat Masuk ke DPR Baru Juliari dan Yasonna

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 11 Jan 2020 12:45 WIB
Ketua DPR sekaligus politikus PDIP, Puan Maharani. (Rolando/detikcom)
Jakarta - Ketua DPR Puan Maharani mengatakan caleg pengganti antarwaktu (PAW) disesuaikan dengan surat yang masuk ke DPR. Jika tak ada surat PAW yang masuk ke DPR, Puan mengatakan hal tersebut merupakan wewenang partai pengusung.

"Pertama harus saya sampaikan bahwa untuk ketua atau pimpinan DPR, surat-surat terkait PAW adalah surat yg terkait pergantian antarwaktu atas orang yang kemudian sudah dilantik, namun memiliki penugasan lain dari partainya. Jadi hal-hal yang tidak ada dalam surat masuk terkait akan hal tersebut, itu bukan wewenang pimpinan DPR, melainkan itu masuk ranah partai," kata Puan di sela-sela Rakernas I PDIP, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2/2020).


Puan, yang juga merupakan Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDIP, mengatakan surat terkait PAW dari Fraksi PDIP yang masuk ke DPR baru dua, yaitu surat PAW Menkum HAM Yasonna Laoly dan Mensos Jualiri P Batubara. Sebab, keduanya masuk Kabinet Indonesia Maju.

"Iya betul (Yasonna dan Jualiri). Karena beliau dua itu dari PDIP, kemudian ditugaskan masuk kabinet. Juga ada di Partai Golkar, ada dari partai yang lain. Kemudian ada juga NasDem. Untuk nama lain tidak ada surat yang masuk," ujar Puan.

Lebih lanjut, Puan mengatakan PAW anggota DPR harus sesuai dengan UU Pemilu. Namun dia mengatakan partai pengusung memiliki hak melakukan PAW.

"Kita menghargai dan menghormati proses hukum dan kemudian hukum yang sudah berlaku. Namun, saya juga harus sampaikan, sesuai dengan UU yang berlaku, partai itu memiliki hak untuk kemudian melakukan pergantian antarwaktu," ucapnya.



Simak juga video Hasto Komentari Kabar Keberadaannya di PTIK Saat 'Dikejar' Tim OTT KPK:


Selanjutnya
Halaman
1 2