Jejak Harun Masiku, Kader PDIP yang Terlibat Suap Komisioner KPU

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 10 Jan 2020 11:28 WIB
Konferensi pers KPK terkait kasus suap komisioner KPU yang menjerat Harun Masiku. (Ari Saputra/detikcom)

Dia juga sempat menjadi Senior Partner Johannes Masiku & Associates Law Offices, Jakarta, pada 2003 dan tenaga ahli anggota Komisi III DPR-RI pada 2011.

Harun pun mulanya bergabung dengan Partai Demokrat (PD). Dia bahkan sempat menjadi anggota Tim Sukses Pemenangan Pemilu dan Pilpres PD tahun 2009 Sulteng. Namun ia kemudian berpindah ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia kemudian maju sebagai caleg DPR RI dari Dapil Sumsel 1 nomor urut 6. Namun Harun gagal melenggang ke Senayan.


Dalam perjalanannya, pada Desember 2019, Harun didorong PDIP untuk menjadi anggota DPR pengganti. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya memang mendorong Harun Masiku untuk menggantikan Nazaruddin Kiemas, yang meninggal dunia, di kursi DPR RI. Hasto menjelaskan pemilihan tersebut didasarkan atas jejak karier Harun Masiku yang dinilai bersih.

"Dia sosok bersih dan dalam upaya pembinaan hukum juga selama ini cukup baik track record-nya," kata Hasto di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/1/2020).


Hasto menyebut keputusan tersebut juga dipertimbangkan melalui hasil putusan Mahkamah Agung (MA) yang memutuskan bahwa PDIP memiliki hak mengganti Nazarudin Kiemas dengan Harun Masiku.

"Tanpa adanya keputusan MA tersebut, kami tidak mengambil keputusan terhadap hal itu," tegas Hasto.

Hasto berdalih, jika seorang anggota partai politik yang menduduki jabatan publik meninggal dunia, berdasarkan putusan MA, partai politik memiliki hak menentukan penggantian tersebut.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3