Berdasarkan UNCLOS, RI Dinilai Berhak Tangkap Kapal China yang Masuk ZEE

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 10 Jan 2020 08:57 WIB
Penampakan kapal coast guard China masuki wilayah Natuna (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta - Kapal perikanan dan Coast Guard China memasuki Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Natuna, Kepulauan Riau. Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) menyatakan kegiatan kapal China menangkap ikan di wilayah ZEE Indonesia sebagai pelanggaran hukum.

"Saat kapal-kapal berbendera Tiongkok melakukan penangkapan ikan di Laut Natuna Utara, keseluruhan syarat tersebut di atas jelas tidak dipenuhi. Dengan demikian, kegiatan penangkapan ikan oleh kapal perikanan berbendera Tiongkok di wilayah ZEEI jelas merupakan pelanggaran hukum," kata Chief Executive Officer IOJI, Mas Achmad Santosa, lewat keterangannya, Kamis (9/1/2020).

Mas Achmad Santosa diketahui pernah menjadi Ketua Tim Satgas Pencegahan dan Pemberantasan Illegal ketika Susi Pudjiastuti menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Sama seperti Indonesia, kata Mas Achmad, China juga menandatangani Konvensi PBB tentang Hukum Laut (United Nations Convention on the Law of the Sea/UNCLOS).


Dia menegaskan, China harus menaati UNCLOS. China harus hak berdaulat (sovereign rights) Indonesia atas sumber daya alam di Laut Natuna Utara.

"Oleh karena itu, baik Indonesia dan Tiongkok terikat pada ketentuan UNCLOS yaitu Indonesia secara mutlak memiliki sovereign rights di Laut Natuna Utara," ujarnya.

Mas Achmad SantosaMas Achmad Santosa (Foto: Ari Saputra/detikcom)

Mas Achmad atas pelanggaran yang dilakukan tersebut, Indonesia bisa saja mengambil langkah penegakan hukum. Indonesia berhak menangkap kapal yang mengambil ikan di wilayah ZEE.


"Pemerintah Indonesia, berdasarkan pasal 73 ayat 1 UNCLOS, dalam rangka melindungi hak berdaulatnya atas sumber daya ikan di Laut Natuna Utara berhak untuk mengambil tindakan yang diperlukan, termasuk melakukan penangkapan kapal-kapal dimaksud dan menindaklanjuti dengan langkah-langkah penegakan hukum," kata dia.

Mas Achmad juga memaparkan langkah-langkah yang bisa dilakukan Indonesia untuk mencegah penerobosan kapal ikan asing di wilayah ZEE. Untuk konteks Natuna, dia mengatakan China telah melakukan pelanggaran secara berulang.

Berikut pernyataan lengkapnya:


Tonton juga Ditanya Soal Kasus Natuna, Prabowo: Jangan Kita Panas-panasi :


Selanjutnya
Halaman
1 2