OTT Bupati Sidoarjo, KPK Sita Duit Rp 1,8 Miliar

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 08 Jan 2020 22:17 WIB
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - KPK menetapkan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah sebagai tersangka penerima suap. Ada duit Rp 1,8 miliar yang disita KPK saat mengamankan Saiful dalam operasi tangkap tangan (OTT).

"Dalam kegiatan tangkap tangan ini, total uang yang diamankan KPK adalah Rp 1.813.300.000," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (8/1/2020).


Duit itu disita dari sejumlah lokasi dalam rangkaian OTT. Pertama, kata Alexander, KPK menyita Rp 259 juta saat mengamankan pihak swasta bernama Ibnu Ghofur, Totok Sumedi, dan Iwan di parkiran rumah dinas Bupati Sidoarjo.

"Setelah itu KPK mengamankan Bupati SFI (Saiful Ilah) dan ajudannya B (Budiman), di kantor bupati pada 18.24 WIB. Dari tangan ajudan bupati, KPK mengamankan tas ransel berisi uang Rp 350 juta dalam pecahan Rp 100 ribu," ucap Alexander.

Berikutnya, KPK mengamankan duit Rp 225 juta di rumah Kadis PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih. KPK juga mengamankan duit Rp 229,3 juta dari rumah PPK Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Judi Tetrahastoto.

"Setelah itu, KPK mengamankan dua staf IGR (Ibnu Ghopur) di kantornya, yakni SNF (Siti Nur Findiyah) dan SUP (Suparni) pada pukul 19.40 WIB dan 23.14 WIB. Dari tangan SUP, KPK mengamankan Rp 750 juta dalam ransel hitam," ujarnya.

KPK pun telah menetapkan enam orang tersangka dalam kasus ini. Mereka ialah:

Sebagai penerima
1. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah
2. Kadis PU, Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih
3. PPK di Dinas PU, Bina Marga dan SDA Sidoarjo, Judi Tetrahastoto
4. Kaabag ULP, Sanadjihitu Sangadji

Sebagai Pemberi
1. Swasta, Ibnu Ghopur
2. Swasta, Totok Sumedi.

Mereka diduga menerima suap karena memenangkan Ibnu dalam beberapa proyek. antara lain proyek wisma atlet, Pasar Porong, Jalan Candi-Prasung dan peningkatan Afv Karag Pusang Desa Pagerwojo. (haf/fdn)