Mesin Waktu

Berakhirnya Pelarian Raja Narkotika Si Pendek dari Meksiko

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Rabu, 08 Jan 2020 15:31 WIB
Foto: Marinir bersenjata lengkap mengawal pemindahan Joaquin "El Chapo" Guzman (AP)

Amerika Serikat pun turut berang. Sebab, negeri Paman Sam itu termasuk salah satu negara yang berkepentingan atas Chapo. Pemimpin Kartel Sinaloa tersebut bertahun-tahun kokain, mariyuana, dan metamfetamin bernilai miliaran dolar ke AS.

Jaksa Agung AS Loretta Lynch menyebut Guzman menghadapi beberapa tuduhan kejahatan terkait narkoba dan kejahatan terorganisir di Amerika Serikat. Lynch pun menyatakan Washington berbagi kekhawatiran Meksiko atas pelarian Chapo tersebut.


"Pemerintah AS siap bekerja dengan Meksiko untuk memberikan bantuan apa pun yang dapat membantu penangkapannya (Chapo) dengan cepat," kata Lynch seperti yang dilansir Reuters.

Lewat operasi bersama yang dinamakan "Angsa Hitam" keberadaan Chapo berhasil terendus di sebuah rumah yang dikawal kelompok bersenjata berlokasi di Los Mochis. Pengintai dan penyadapan dilakukan selama satu bulan penuh.

Setelah diyakini Chapo di rumah tersebut, tanggal 8 Januari dini hari, belasan marinir Meksiko didukung polisi melakukan penggerebekan. Kontak senjata menewaskan lima pengawal. Chapo sendiri bersama seorang pengawalnya sempat melarikan diri melalui sebuah terowongan.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3