Mantan Kader Golkar Dicalonkan Ketua PDIP Sumsel

Mantan Kader Golkar Dicalonkan Ketua PDIP Sumsel

- detikNews
Rabu, 23 Nov 2005 23:55 WIB
Palembang - Berbeda dengan kader PDIP dari sejumlah daerah yang setuju dengan pencalonan Eddy Santana Putra sebagai calon Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Sumsel, sejumlah kader PDIP di Palembang menolak pencalonan Walikota Palembang itu. "Dia itu kader Golkar. Dulunya pengurus KNPI yang merupakan kaki tangan Golkar, sejak kalah dalam pemilihan Ketua Golkar Sumsel yang lalu kini mau masuk PDIP. Ini kan kacau. Kalau Eddy jadi, berarti PDIP benar-benar sudah dirusak Golkar," kata seorang kader PDIP di Palembang Zulkifli, kepada detikcom, Rabu (23/11/2005). Pernyataan Zulkifli yang mantan pengurus PDIP kecamatan Kalidoni itu terkaitderasnya dukungan dari pengurus PDIP yang berasal dari daerah di Sumsel dalam Konferda PDIP yang akan digelar pada 7-8 Desember 2005 mendatang. "Kader PDIP murni dan bagus masih banyak. Tapi bukan yang duduk jadipengurus saat ini. Mereka itu tidak tahu perjuangan dulu," kata Zulkifli. Ketidaksetujuan pencalonan Eddy Santana Putra juga disampaikan Munir, seorang tukang becak di Pasar Lemabang. "Aku nih pendukung Bung Karno sejak dulu. Pembela Ibu Mega. Biar kemarin kalah dari Partai Demokratnya SBY, ya, aku tetap wong marhaen. Aku tidak setuju dengan Eddy Santana Putra. Mana bisa dia memimpin PDIP, wong jadi walikota bae suka gusur wong kecil seperti kami ini," geramnya. Terlepas soal ketidaksetujuan mereka, tapi menurut Sekretaris DPD PDIP Sumsel Kwatno, sampai saat ini sudah 11 daerah mengusulkan nama Eddy Santana Putra sebagai calon.Untuk diketahui PDIP memiliki kepengurusan di 14 kabupaten dan kota di tanahkelahiran Taufiq Kiemas, suami Megawati Soekarnoputri ini. Soal masa lalu Eddy Santana Putra yang pernah menjadi pengurus Partai Golkar menurut Kwatno bukan persoalan. "Setiap orang punya masa lalu. Tapi kan orang bebas memilih. Mungkin buat Eddy partai ini merupakan pilihan terbaik," katanya melalui telepon. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads