Unek-unek Pedagang Kantong Plastik Pasar Minggu Usai Pergub Larangan Terbit

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Selasa, 07 Jan 2020 17:44 WIB
Pedagang plastik di Pasar Minggu (Wilda/detikcom)
Jakarta - Kantong belanja plastik sekali pakai (kantong plastik kresek) resmi dilarang di Jakarta lewat Pergub DKI dan akan berlaku mulai Juli 2020. Pedagang plastik di pasar pun menumpahkan unek-uneknya.

"Ya kalau dilarang plastik, oke. Solusinya udah ada belum? Ya kalau ngurangin mungkin bisa, tapi harus ada solusinya apa. Kalau memang sama sekali nggak boleh, semua sekarang bahannya plastik. Tempat nasi juga plastik," kata seorang pedagang plastik bernama Herman di Pasar Minggu, Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2020).



Herman mengatakan peralihan kantong plastik ke kantong ramah lingkungan tidak akan menjangkau semua pihak. Terlebih, kata Herman, harga kantong ramah lingkungan, seperti kain, relatif lebih mahal dibanding kantong plastik.

"Kain (kantong ramah lingkungan) emang ada kan, tapi harganya bisa kejangkau nggak? Di supermarket aja itu kalau mau belanja kan dihitung Rp 5.000. Plastik kan murah, paling jatuh Rp 100, paling mahal Rp 200. Harganya satu pak Rp 23.000 isi 40 lembar," tegas Herman.

Uneg-uneg Pedagang Kantong Plastik Pasar Minggu Usai Pergub Larangan TerbitPedagang di Pasar Minggu menggunakan kantong plastik. (Wilda/detikcom)


Herman mengatakan dirinya sudah berjualan kantong plastik sekali pakai ini selama 35 tahun. Menurutnya, untung yang didapatkan per bulan pun cukup untuk makan sehari-hari.

"Sebulan paling nggak nyampe Rp 8 juta," kata Herman.


Selanjutnya
Halaman
1 2