Soal Natuna, PD Ingat Sikap SBY Pertahankan Ambalat: Tak Ada Kompromi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Selasa, 07 Jan 2020 16:28 WIB
Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan. (Azizah/detikcom)
Jakarta - Partai Demokrat membandingkan polemik perairan Natuna yang diklaim China dengan kasus blok Ambalat yang merupakan perbatasan RI dan Malaysia di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kala itu, SBY disebut sangat tegas dan tak ada kompromi terhadap masalah kedaulatan negara.

"Kasus Natuna ini mengingatkan saya terhadap kasus Ambalat ya, tahun 2005-2006 ya, di mana pada saat itu Pak SBY sangat tegas ya bahwa kalau menyangkut kedaulatan NKRI maka tidak ada istilah kompromi, maka mereka semua keluar dari teritorial kedaulatan NKRI," kata Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/1/2020).


Syarief menegaskan pihaknya mendukung penuh pemerintah Indonesia bersikap tegas terhadap China yang mengklaim wilayah Natuna. Syarief pun mencontohkan manuver SBY saat menangani persoalan Ambalat dengan terjun langsung ke lokasi yang menjadi sengketa.

"Ternyata Pak SBY berhasil, bahkan Pak SBY dulu pernah di kapal perang berhadapan dengan perbatasan Malaysia, waktu itu 'kalau mau perang, ayo perang', pada saat itu. Tapi respons Malaysia pada saat itu dan kita juga ingin supaya menyelesaikan memulai diplomatik," kata Syarief.

"Kali ini saya pikir penyelesaian itu tentang pelanggaran itu harus direspons oleh China. Bagaimanapun juga jadi saya memberikan penghargaan dan respect sekali kepada pemerintah Indonesia di dalam menjaga kedaulatan RI," sambungnya.

Syarief juga mengapresiasi pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai tegas soal Natuna. Ia pun meminta Menko Polhukam Mahfud Md dan Menhan Prabowo Subianto lebih tegas bersikap menyikapi persoalan Natuna.

"Jadi harus lebih dipertegas lagi ya, lebih dipertegas lagi. Kalau ada implikasinya terhadap ekonomi, ya itu risiko daripada menjaga kedaulatan itu. Toh China-nya merupakan investor ketiga di Indonesia ya kan, dan juga China pasti membutuhkan Indonesia, sangat membutuhkan Indonesia. Jadi tidak perlu khawatir dengan implikasinya terhadap ekonomi Indonesia," sebut Syarief.


Soal Natuna, Prabowo Protes ke Menteri Pertahanan Tiongkok:


Selanjutnya
Halaman
1 2