Mahfud Md: Sesat, Jika Ada yang Gunakan Agama untuk Diskriminasi Orang Lain

Herdi Alif Al Hikam - detikNews
Selasa, 07 Jan 2020 14:43 WIB
Mahfud Md (Lisye/detikcom)
Jakarta - Menko Polhukam Mahfud Md bicara mengenai pentingnya mempererat tali persaudaraan di Indonesia sesuai amanat Pancasila. Mahfud menyebut seseorang bisa dikatakan sesat jika memakai agama sebagai alasan mendiskriminasi sesama manusia.

Hal itu dikatakan Mahfud saat berpidato dalam acara Peringatan Natal dan Tahun Baru di Auditorium BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2020). Dalam acara itu, hadir juga Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Awalnya Mahfud meminta masyarakat menjaga persaudaraan antarmanusia yang memiliki keberagaman agama. Sebab, adanya perbedaan di dunia itu merupakan kehendak Tuhan.

"Perbedaan itu kehendak Tuhan semata-mata. Oleh sebab itu, di dalam perbedaan itu kita diminta atau dituntut berlomba-lomba berbuat baik untuk bersahabat dengan semua orang, tidak saling mencaci, tidak saling membenci," kata Mahfud dalam pidatonya.



Menurut Mahfud, setiap manusia percaya akan adanya Tuhan. Karena itu, Mahfud meminta masyarakat mengikuti ajaran Tuhan di tengah-tengah keberagaman agama di Indonesia.

"Karena pada dasarnya manusia hamba Tuhan dan sebagai hamba Tuhan percaya sepenuhnya bahwa Tuhan kalau mau, pasti bisa satukan kita. Tetapi kita juga berbeda dan itulah yang kemudian jadi salah satu dari sila dasar negara kita, Ketuhanan Yang Maha Esa," ucapnya.



Mahfud mengatakan setiap agama apa pun pasti mengajarkan pentingnya persaudaraan. Menurutnya, sesat jika seseorang berlaku jahat dan mendiskriminasi sesama manusia.

"Kita semua bertuhan dan melembaga ke berbagai agama dan berbagai agama itu, agama apa pun, agama apa pun pasti mengajarkan persaudaraan. Adalah sesat manakala orang menggunakan agama atau mengatasnamakan agama itu berlaku dengki, berlaku jahat, dan selalu mendiskriminasi orang lain," tegasnya. (zap/fjp)