Round-Up

Bioskop di Aceh Ditolak Ulama

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 07 Jan 2020 07:40 WIB
Foto: Garuda Theatre di Banda Aceh (Agus Setyadi/detikcom)
Banda Aceh - Ulama Aceh menilai bioskop belum perlu di Tanah Rencong. Bioskop belum dinilai memberi sesuatu yang bermanfaat.

"Saya kira, siapa pun, di mana pun, tidak terkait apa pun. Kita di Aceh melihat bioskop tidak ada sesuatu yang manfaat, jadi saya rasa (di Aceh) tidak perlu dibangun bioskop," kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Teungku Faisal Ali saat dikonfirmasi wartawan, Senin (6/1/2020).

Lem Faisal, sapaan akrabnya, menilai masih banyak hiburan lain di Aceh. Faisal juga menilai pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi yang membandingkan Aceh dengan Jeddah soal bioskop tidak punya substansi.

"Jadi makanya saya kira tidak substansi Kementerian Agama membanding-bandingkan Aceh dengan Jeddah. Jadi kita di Aceh, belum tentu semua yang ada di daerah lain, negara lain, cocok dengan kita, belum tentu," jelas Faisal.


Restu dari MPU Aceh ditunggu Pemerintah Kota (Pemkot) Banda Aceh soal membuka kembali bioskop di provinsi ujung barat Indonesia itu. Selain itu, Pemkot Aceh juga akan menggelar penelitian terlebih dulu soal keberadaan bioskop termasuk melihat penerapan bioskop di negara maju dan negara-negara Islam.

"Jadi nanti setelah itu kita sepakati juga dengan MPU. Kalau sifatnya mereka sudah oke, saya oke aja tidak ada masalah," jelas Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman kepada wartawan di Balai Kota, Banda Aceh, Senin (6/1).

Saat ini, Serambi Mekah menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang tidak punya bioskop. Memang masih ada bangunan bioskop yang tersisa di Banda Aceh, seperti gedung Garuda Theatre yang berada di Jalan Imam Bonjol, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Selanjutnya
Halaman
1 2