ADVERTISEMENT

Analisis Lembaga Riset Australia soal Sikap Jokowi Terkait Natuna

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 06 Jan 2020 20:10 WIB
Jokowi di perairan Natuna pada 23 Juni 2016 (Muhammad Iqbal/detikcom)

Gaya Susi dan Kehati-hatian Luhut

Laporan Lowy Institute ini juga mencatat beberapa peristiwa penangkapan kapal-kapal nelayan China yang masuk ke wilayah Laut Natuna. Ada tiga peristiwa pada 2010 dan 2013. Namun laporan ini menyoroti penangkapan kapal pemukat China di ZEE Natuna oleh kapal Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia pada 19 Maret 2016.

Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia saat itu, Susi Pudjiastuti, langsung menggelar konferensi pers untuk membeberkan rincian insiden tersebut. Ini merupakan peningkatan dari insiden-insiden sebelumnya pada 2010 dan 2013, saat Indonesia memutuskan tidak mempublikasikan penangkapan seperti ini.

Walaupun begitu, pejabat lain lebih berhati-hati soal insiden penangkapan ini. Jokowi mengingatkan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) saat itu, Luhut Panjaitan, bahwa China adalah 'sahabat Indonesia', dan mengirimnya ke Beijing enam minggu sesudahnya untuk menghadiri rapat-rapat mengenai persengketaan tersebut dan investasi China.


Saat kembali, catat laporan itu, Luhut berupaya dinilai melemahkan gagasan adanya pelanggaran oleh China, dengan memberi tahu para wartawan bahwa Indonesia akan berupaya bekerja sama dengan China di bidang perikanan di sekitar Natuna.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT