Analisis BMKG soal Gempa M 4,8 di Malang dan M 5,2 di Nias Selatan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 05 Jan 2020 10:16 WIB
Ilustrasi gempa (Zainal Abidin/detikcom)
Jakarta - Gempa tektonik magnitudo (M) 4,8 terjadi di Malang, Jawa Timur. BMKG menjelaskan gempa yang terjadi pada pagi tadi itu merupakan jenis gempa menengah.

"Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangannya, Minggu (5/1/2020).



Daryono mengatakan gempa terjadi pada pukul 05.55 WIB, Minggu (5/1). Episenter gempa terletak pada koordinat 8,73 LS dan 112,50 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 66 km barat daya Kabupaten Malang di kedalaman 76 km.

Gempa dirasakan dalam skala II MMI di Sawahan, Nganjuk; Tempursari, Lumajang; Ponorogo; dan Trenggalek. Guncangan juga dirasakan di Karangkates, Malang; Tulungagung; dan Blitar dalam skala III MMI. Beberapa warga sempat berlarian ke luar rumah karena terkejut akibat guncangan gempa yang terjadi dengan tiba-tiba.

"Hasil monitoring BMKG belum terjadi gempa susulan. Masyarakat diimbau agar tetap tenang," katanya.



Selain di Malang, gempa M 5,2 terjadi di Nias Selatan. Daryono menjelaskan gempa tepatnya terjadi di Samudra Indonesia sebelah barat Sumatera.

Gempa dengan episenter pada koordinat 2,21 LS dan 95,68 BT ini memiliki kedalaman dangkal 10 km, tepatnya di laut pada jarak 389 km barat daya Nias Selatan.

"Gempa ini dipicu sesar aktif di zona Wharton Basin di Samudra Hindia. Karena jaraknya yang jauh dari daratan Pulau Sumatera, maka gempa ini tidak dirasakan guncangannya," jelas Daryono.




BMKG: Kalau Ada Peringatan Dini Disertai Hujan Lebat Harus Siaga!:

[Gambas:Video 20detik]

(mae/imk)