KM. Aditya Tenggelam di Labuan Bajo, Wisatawan Berhasil Diselamatkan

Angga Laraspati - detikNews
Sabtu, 04 Jan 2020 19:01 WIB
Foto: Ditjen Perhubungan Laut
Jakarta -

Kapal Kayu KM. Aditya yang berlayar dari Pulau Rinca menuju Pelabuhan Labuan Bajo dan membawa 5 orang wisatawan dilaporkan tenggelam di Perairan Labuan Bajo, NTT. Seluruh penumpang dilaporkan berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Labuan Bajo, Simon Baon menjelaskan pihaknya menerima laporan dari SROP dan para nelayan mengenai adanya musibah kapal wisata KM. Aditya yang tenggelam di perairan Labuan Bajo pada pukul 10.30 WITA.

"Setelah kami dapat informasi, petugas kami langsung ke lokasi kejadian. Petugas Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) bersama KP4 laut dan Basarnas," kata Simon dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/1/2020).

Saat tiba di lokasi kejadian, seluruh penumpang kapal telah dievakuasi oleh kapal nelayan yang berada di sekitar tenggelamnya kapal KM. Aditya dan seluruh penumpang telah menggunakan life jacket.

"Saat ini, Wisatawan penumpang kapal yang berhasil diselamatkan tiba di Pelabuhan Labuan Bajo pukul 11.27 WITA dengan selamat di mana lima orang itu terdiri dari tiga orang perempuan dan dua orang laki-laki, semuanya orang dewasa," jelas Simon.

Adapun para penumpang dan kru kapal telah dibawa ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

"Kondisi cuaca pada saat kejadian hujan, dan pada kesempatan ini kami mengapresiasi kesigapan teman-teman nelayan yang langsung memberikan bantuan saat terjadinya musibah tersebut. Alhamdulillah pada saat kejadian semua penumpang menggunakan life jacket. Sementara, di lokasi tenggelamnya kapal tersebut, kami akan memberikan penandaan agar kapal-kapal yang melintas dapat berhati-hati," ungkap Simon.

Adapun pada saat kejadian, kapal KM. Aditya membawa penumpang sebanyak 5 orang dan 4 orang kru kapal. Kejadian tersebut terjadi saat sedang dalam perjalanan ke Labuan Bajo dari Pulau Rinca dan sempat singgah terlebih dahulu di Pulau Kelor.

Untuk penyebab terjadinya musibah tersebut hingga kini belum diketahui dan masih menunggu hasil pemeriksaan pihak - pihak terkait.



(mul/ega)