Silang Pendapat Banjir Jakarta, Pimpinan DPR Minta Anies Kebut Normalisasi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 03 Jan 2020 14:34 WIB
Foto: Sufmi Dasco Ahmad (Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlibat silang pendapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terkait penyebab banjir dan normalisasi kali. Basuki bahkan 'memprotes' Anies karena normalisasi Kali Ciliwung baru berjalan 16 dari 33 Km.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta Anies mempercepat normalisasi Kali Ciliwung. Pasalnya, menurut dia, normalisasi selama ini terkendala masalah teknis.

"Kalau normalisasi Kali Ciliwung itu kan banyak terkendala masalah teknis. Kita imbau Gubernur untuk segera ngebut untuk cepat normalisasi," kata Dasco di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (3/1/2020).


Anies juga silang pendapat dengan Jokowi soal penyebab banjir di Jakarta. Jokowi menyebut penyebab banjir karena sampah, sementara Anies berpendapat karena curah hujan tinggi.

Dasco menilai tak ada yang salah dari pernyataan Jokowi maupun Anies. Menurutnya, kedua hal itu perlu diantisipasi.

"Pertama, memang tidak bisa dihindari soal curah hujan. Kedua memang kewaspadaan terkait sampah yang menjadi tanggung jawab kita semua warga supaya bisa diantisipasi. Ini kan karena kelamaan nggak ada hujan sehingga kita lengah," ujar Dasco.


Menurut Dasco, curah hujan tinggi terjadi dalam siklus yang berulang-ulang sehingga membuat bendungan tidak mampu menampung air. Selain itu, Dasco mengatakan musim panas yang panjang melalaikan pembersihan sampah dari selokan sehingga membuat banjir terjadi semakin cepat.

"Pertama karena siklus dan curah hujannya memang terlalu tinggi sehingga kemudian bendungan-bendungan tidak mampu menampung," kata Dasco.

"Tetapi juga tidak salah, karena udah lama nggak ada genangan-genangan, lalu musim panas berkepanjangan sebagian dari kita juga lalai untuk membersihkan terowongan-terowongan, lalu sampah-sampah di waduk dan sungai-sungai, sehingga itu yang membuat banjir makin cepat dan tinggi," pungkasnya.



Tonton juga video 600 Pompa Dikerahkan Sedot Banjir Jakarta!:

[Gambas:Video 20detik]



(azr/gbr)