Dirikan Posko di Tanjung Priok, Kemenhub Siapkan 5 Ton Sembako

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Kamis, 02 Jan 2020 16:18 WIB
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan mendirikan Posko Reaksi Cepat di Pelabuhan Tanjung Priok untuk korban terdampak banjir wilayah di Jakarta dan sekitarnya.

Sebelumnya, sejak Rabu kemarin, Ditjen Hubla telah mengerahkan Quick Response Team (Tim Reaksi Cepat) untuk bergerak melakukan evakuasi dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak banjir.

"Setelah kemarin kami mengerahkan Quick Response Team, hari ini kami bersama stakeholder terkait secara resmi mendirikan Posko Reaksi Cepat di Pelabuhan Tanjung Priok di mana posko ini merupakan posko tanggap darurat untuk bantuan korban banjir untuk wilayah Jabodetabek," ujar Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad dalam keterangan tertulis, Kamis (2/1/2020).

Hal itu diucapkannya saat memimpin apel pembukaan Posko Reaksi Cepat di Tanjung Priok hari ini. Meski posko ini baru dibuka, Ahmad mengatakan bahwa pelaksanaan evakuasi dan bantuan korban sudah dilaksanakan sejak kemarin.

"Posko tanggap darurat tersebut dipusatkan di gedung PMK Tanjung Priok di lantai 2 di mana pelaksanaan bantuan terutama personil SDM akan dilaksanakan secara bergantian yang akan diatur oleh posko tersebut," ucap Ahmad.

Lebih lanjut Ahmad mengatakan bahwa posko tanggap darurat Pelabuhan Tanjung Priok telah menyiapkan bantuan berupa 5 ton sembako untuk wilayah Cikunir, Bekasi, dan Sungai Begok Cilincing.

"Kami telah menyiapkan personil dari Syahbandar sebanyak 25 orang, Tim Otoritas Pelabuhan 20 orang, Tim PT Pelindo II sebanyak 35 orang dan peralatan berupa 1 unit perahu karet dari kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok dan 2 unit perahu karet dari Pelindo II untuk bergerak mendistribusikan bantuan," tutur Ahmad.

Selanjutnya, Ahmad menjelaskan hari ini tim reaksi cepat dari Pangkalan PLP Tanjung Priok telah menurunkan 9 orang personil untuk bergerak membantu warga Kemang Pratama Jatiasih Bekasi. Sebelumnya, tim reaksi cepat Ditjen Hubla juga telah mengirimkan 9 orang personil dengan menggunakan mobil rescue dan perahu karet membantu mengevakuasi warga Pulomas Jakarta Timur.

Selain itu, hari ini, lanjut Ahmad, Quick Response Team dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sunda Kelapa turut serta membantu korban banjir di daerah Teluk Gong Rt. 01 s/d 014 Rw. 012 Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara dengan mengerahkan 1 (satu) perahu karet.

"Tim bekerja sama dengan ketua RW setempat untuk melakukan evakuasi dengan mengutamakan kepada lansia, ibu hamil dan warga yang sedang sakit. Kondisi memprihatinkan dengan kedalaman lebih dari 1 meter. Warga setempat sangat membutuhkan perahu karet untuk mengevakuasi warga lainnya yang masih terjebak di rumah masing masing," ucap Ahmad.

Sebagai informasi, posko tanggap darurat ini mencakup seluruh Unit Pelaksana Tugas (UPT) di wilayah DKI Jakarta di bawah Ditjen Perhubungan Laut. Mulai dari Pangkalan PLP Tanjung Priok, Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP), serta seluruh stakeholder yang berada di wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Priok.

Ahmad juga mengatakan kontak pengaduan banjir dapat melalui nomor di bawah ini.

1. Hotline Syahbandar Utama Tanjung Priok: 082111533322

2. Hotline Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok: 0811950123


Simak Video "Imbas Banjir, Warga Sampai Mengungsi ke Halte Transjakarta"

[Gambas:Video 20detik]



(mul/ega)