ADVERTISEMENT

Cerita Korban Banjir Bekasi: Bertahan di Pagar 12 Jam, Makan Kerupuk Hanyut

Yoki Alvetro - detikNews
Kamis, 02 Jan 2020 12:04 WIB
Foto: Korban banjir di Kemang IFI Bekasi (Yoki Alvetro/detikcom)

Selama menunggu dievakuasi, Bu Dullah sempat merasa putus asa karena saat ini ia sedang sakit asma. Ditambah lagi ia juga tidak bisa berenang dan kelelahan juga.

"Saya sudah mikir, kalau semakin tinggi air, sudah saya pasrah antara hidup dan mati. Saya perempuan berenang juga nggak bisa. Saya coba renang, ketemu bantal dan terpal gitu kan, tetap saja saya nggak bisa. Saya sudah pasrah, udah keminum air juga, dan masuk kuping dikit," ungkapnya.

"Setelah itu saya bingung, mudah mudahan air surut gitu aja. Kalau makin tinggi, saya tidak tahu deh nasib saya. Tetangga saya (dua rumah dari rumahnya) itu dah nawarin untuk ke rumahnya, tapi saya bingung mau nyebrangnya," imbuhnya.



Bahkan, Bu Dullah sempat memakan kerupuk yang hanyut terbawa oleh arus air. Hal tersebut dilakukan agar bisa menahan rasa lapar selama terjebak banjir.

"Sempat ambil kerupuk (dalam plastik) yang hanyut buat dimakan karena laper, itu sorean," katanya.

Cerita Korban Banjir Bekasi: Bertahan di Pagar 12 Jam, Makan Kerupuk HanyutFoto: Korban banjir di Kemang IFI Bekasi (Yoki Alvetro/detikcom)


Akhirnya, Bu Dullah bisa dievakuasi sekitar pukul 22.00 WIB. "Jam sepuluhan (malam) lah. Anak saya sudah minta, tapi tidak langsung dikasih," lanjut Bu Dullah.

Saat ini kondisi Bu Dullah masih kurang sehat. Namun, ia sudah kembali ke rumahnya. Bu Dullah dan keluarganya sedang membersihkan lumpur yang tertinggal akibat banjir.

(imk/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT