Kaleidoskop 2019

2019 Tahunnya Aksi Massa: Mahasiswa-Pelajar Demo di Mana-mana

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 31 Des 2019 19:30 WIB
Ilustrasi Demonstrasi (Foto: Rifkianto Nugroho-detikcom)
Jakarta - Aksi Malari 1974, demonstrasi 1998 atau unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM tahun 2013 sudah lama berlalu. Ternyata mahasiswa kekinian masih mau turun ke jalan lagi. Tahun 2019 menjadi tahunnya aksi massa.

Mahasiswa dan pelajar menolak sederet Rancangan Undang-Undang (RUU) dan pelemahan KPK. Dua narasi itu mengemuka ke permukaan, tak terkecuali lewat tagar-tagar media sosial internet. Selain elemen mahasiswa dan pelajar, ada pula elemen lain yang ikut berdemonstrasi.

Demo mahasiswa tanggal 19 September 2019 termasuk aksi massa paling awal yang mengusung narasi penolakan sederet RUU dan RUU yang melemahkan KPK. Lokasinya di depan Kompleks Parlemen (Gedung DPR, MPR, dan DPD), Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta. Mahasiswa yang tergabung dalam aksi ini di antaranya berasal dari ITB, Trisaksi, Unindra, Stiami, Universitas Paramadina, Universitas Tarumanegara, UPI, STMT Trisakti, dan UI.

23 September 2019, demonstrasi yang didukung oleh tagar-tagar di media sosial mulai menggejala. Yang paling mengemuka saat itu adalah aksi dengan tagar #GejayanMemangil di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ada sejumlah lokasi yang menjadi titik kumpul para mahasiswa, di antaranya gerbang utama kampus Universitas Sanata Dharma, Bundaran UGM, dan titik-titik kumpul di masing-masing kampus. Titik kumpul pusat berada di Simpang Tiga Colombo, Gejayan, Sleman. Demo ini menandai gaya baru dalam berdemonstrasi yakni menggunakan tulisan-tulisan bernada kocak di tahun 2019.



Tuntutan mereka sangat serius, yakni mendesak adanya penundaan RKUHP, mendesak pemerintah dan DPR merevisi UU KPK yang baru saja disahkan, dan menolak segala bentuk pelemahan pemberantasan korupsi, menuntut elite-elite perusak lingkungan untuk diadili, menolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU Ketenagakerjaan, menolak pasal-pasal problematis dalam RUU Pertanahan, mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, dan mendorong proses demokratisasi serta penghentian penangkapan aktivis. Demo ini berjalan aman sampai selesai.

Tagar-tagar demo terus berlanjut. Ada #BengawanMelawan yang mengiringi aksi mahasiswa di Gedung DPRD Surakarta Jawa Tengah, pada 24 September. Selain itu, ada tagar #SemarangMelawan, juga #ReformasiDikorupsi.

Di Jakarta, tepatnya di depan Gedung DPR, demonstrasi menjadi rusuh. Massa menjebol pagar DPR. Terjadi lempar-lemparan dan dorong-dorongan.

Di luar Jawa

Ada gerakan Sumsel Bergerak di Palembang. Peserta demonstrasi adalah mahasiswa UIN Raden Fatah, Politeknik Sriwijaya, Universitas Muhammadiyah Palembang, dan kampus lain di Palembang. Mereka berdemo di DPRD Sumatera Selatan. Mereka semua menolak pengesahan sejumlah RUU dan menolak UU KPK. Di Makassar, demo di dekat Gedung DPRD Sulawesi Selatan menjadi ricuh.



Di Aceh, Aliansi Mahasiswa Pasee (AMP) melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRK Lhokseumawe dan DPRK Aceh Utara. Mereka dari berbagai kampus di Aceh Utara dan Lhokseumawe ini menolak RUU yang tidak prorakyat dan menolak pelemahan KPK. Mereka juga mendesak pemerintah agar menangani masalah kabut asap yang bikin sengsara orang banyak.

Di Medan, demo mahasiswa menjadi rusuh. Barikade kawat berduri diterobos, massa mahasiswa ingin masuk ke DPRD Sumatera Utara, di Jl Imam Bonjol. Polisi menyemprotkan water cannon untuk menghalau demonstran.


Simak Video "Page 365 of 365, Ungkapan Netizen untuk 2019"

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2