Anak Krakatau Erupsi Jelang Tahun Baru 2020, Ini Potensi Bahayanya

Muhammad Iqbal - detikNews
Selasa, 31 Des 2019 17:16 WIB
Abu dari erupsi Gunung Anak Kraktau pada Selasa (31/12/2019). (Muhammad Iqbal/detikcom)
Cilegon - Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menjelang tahun baru 2020. Badan Geologi pada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau melontarkan material lava dan hujan abu yang berpotensi membahayakan warga sekitar ataupun wisatawan.

"Berdasarkan data-data visual dan instrumental, potensi bahaya dari aktivitas G. Anak Krakatau saat ini adalah lontaran material lava, aliran lava, dan hujan abu lebat di sekitar kawah dalam radius 2 kilometer (km) dari kawah aktif," demikian keterangan tertulis Badan Geologi pada PVMBG, Selasa (31/12/2019).



Badan Geologi menjelaskan seluruh tubuh Gunung Anak Krakatau yang berdiameter kurang-lebih 2 km dan area di sekitarnya merupakan kawasan rawan bencana. Untuk itu, warga sekitar dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dengan radius 2 km.

"Sementara itu, hujan abu yang lebih tipis dapat terpapar di area yang lebih jauh bergantung pada arah dan kecepatan angin," kata Badan Geologi.



Berdasarkan hasil pengamatan visual PVMBG, hingga hari ini belum ditemukan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. PVMBG menyatakan aktivitas vulkanik gunung api berketinggian 157 mdpl itu masih berada di level II atau waspada.

"Rekomendasi, masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah atau puncak Gunung Anak Krakatau atau di sekitar kepulauan Anak Krakatau, sedangkan area wisata Pantai Carita, Anyer, Pandeglang, dan sekitarnya, serta wilayah Lampung Selatan masih aman dari ancaman bahaya aktivitas Gunung Anak Krakatau," begitu imbauan Badan Geologi.
Selanjutnya
Halaman
1 2