Saling Sentil Pimpinan KPK dan ICW

ADVERTISEMENT

Round-Up

Saling Sentil Pimpinan KPK dan ICW

Tim detikcom - detikNews
Senin, 30 Des 2019 22:16 WIB
Dokumentasi Gedung Merah Putih KPK (Foto: dok detikcom)
Jakarta - Bola panas masih bergulir di KPK. Perihal sosok yang kini menjadi pimpinan KPK masih menjadi polemik.

Bermula dari Catatan Akhir Tahun yang dipaparkan Kurnia Ramadhana dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Selama ini ICW menjadi organisasi nonpemerintah yang rancak menyuarakan suara-suara antikorupsi.




Dalam pemaparannya pada Minggu (29/12), Kurnia menyebut KPK saat ini berada di tahun terburuknya. Semua dianggap ICW bermula dari seleksi pimpinan KPK melalui tim panitia seleksi (pansel) bentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak beres.

"Ini adalah tahun kehancuran KPK, yang benar-benar disponsori langsung oleh Istana, yaitu Presiden Joko Widodo dan juga anggota DPR periode 2014-2019 dan 2019-2024 mendatang," kata Kurnia pada acara bertajuk Diskusi Catatan Akhir Tahun Indonesia Corruption Watch: Lumpuhnya Pemberantasan Korupsi di Tangan Orang 'Baik' itu.



Kurnia menuding 3 di antara 9 anggota pansel memiliki kedekatan dengan lembaga kepolisian. Dia juga menyinggung soal salah satu pimpinan KPK di periode sekarang tidak berintegritas karena tidak patuh menyetorkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

"Itu catatan krusialnya terkait dengan rekam jejak. Istana dan DPR berhasil meloloskan figur terduga pelanggar kode etik," kata Kurnia.

Saling Sentil Pimpinan KPK dan ICWKurnia Ramadhana dari ICW (Ari Saputra/detikcom)

Jika nanti ada forum-forum yang mengundang kami dan juga melibatkan ICW Bung Kurnia di dalamnya, insyaallah juga kami pastikan, kami tak akan ikut bersama dalam forum tersebutWakil Ketua KPK Nawawi Pomolango

Selain itu, perihal revisi Undang-Undang KPK disinggung Kurnia. KPK di mata ICW saat ini sudah tidak seperti yang dulu.

"KPK benar-benar sudah tidak seperti sediakala, kerjanya tidak lagi cepat, kerjanya pasti akan lambat, dan konteks hari ini Presiden Jokowi sedang memainkan isu meletakkan orang-orang baik di dalam sistem yang salah," tuding Kurnia.



Namun kritik dari ICW itu dibalas sindiran oleh Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango. Dia 'memuji' ICW sangat luar biasa karena bisa memberi penilaian, bahkan sebelum pimpinan KPK saat ini benar-benar bekerja.

"Luar biasa ICW di era Bung Kurnia, mampu menilai kami sebagai yang 'terburuk' di saat kami belum bekerja," ujar Nawawi kepada wartawan, Senin (30/12/2019).

Nawawi juga mengatakan KPK ke depan tidak membutuhkan adanya ICW. Bahkan, Nawawi menegaskan kelak pimpinan KPK tidak akan ikut dalam forum-forum yang berdampingan dengan ICW.

Saling Sentil Pimpinan KPK dan ICW Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango (Antara Foto)




"Sebaliknya bagi kami, ICW di era Bung Kurnia semakin luar biasa, hebat, paling cerdas. paling benar tapi insyaallah pastinya kami tidak membutuhkannya ke depan," kata Nawawi.

"Jika nanti ada forum-forum yang mengundang kami dan juga melibatkan ICW Bung Kurnia di dalamnya, insyaallah juga kami pastikan, kami tak akan ikut bersama dalam forum tersebut, karena rasanya 'malu' kami yang 'terburuk' ini harus duduk berdiskusi dengan yang 'paling hebat, paling cerdas seperti beliau'," imbuh Nawawi. (dhn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT