ADVERTISEMENT

Paparkan Capaian Kerja, Kejagung Bicara Pembubaran TP4-Sita Aset Supersemar

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Senin, 30 Des 2019 14:05 WIB
Foto: Jaksa Agung ST Burhanuddin (Grandyos Zafna/detikcom)


Burhanuddin mengatakan Kejaksaan Agung telah menerima predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 51 satuan kerja dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) untuk 4 satuan kerja. Dia kemudian menyinggung penyitaan hukuman terhadap Yayasan Supersemar oleh Kejagung.

"Menjamin penggunaan anggaran yang berfokus pada sasaran Kejaksaan telah berhasil mengeksekusi senilai Rp 242.081.000.259,89 aset Yayasan Supersemar dan dari putusan sebesar USD 315.002.183 dan Rp 139.438.536.678,56. Ini akan terus kita upayakan pengembalian Supersemar," ungkapnya.

Dia kemudian memaparkan capaian masing-masing bidang Kejaksaan Agung. Burhanuddin awalnya memaparkan capaian pada bidang pembinaan.

"Telah mengajukan 170 satker zona integritas menuju WBK dan 13 satker zona integritas menuju WBBM, dengan hasil 50 satker ditetapkan sebagai satker zona integritas menuju WBK dan 5 satker ditetapkan sebagai satker zona integritas menuju WBBM," kata Burhanuddin.


Di bidang intelijen, Kejaksaan Agung telah melakukan cegah tangkal penerbitan Surat Keputusan Pencegahan baru sebanyak 148 surat dan perpanjangan pencegahan sebanyak 38 surat serta pencabutan pencegahan sebanyak 4 surat. Burhanuddin kemudian memaparkan capaian bidang tindak pidana umum. Dia kemudian menyinggung hukuman mati pada perkara narkotika yang dinilai cukup tinggi.

"Tindak pidana umum, penanganan perkara se-Indonesia itu adalah SPDP sebanyak 137.952, di dalam pra penuntutannya sebanyak 122.365, dan penuntutan sebanyak 113.776, dan tingkat upaya hukum banding sebanyak 5.198, kasasi sebanyak 3.603 serta grasi sebanyak 100 perkara," ungkapnya.

"Ada pun jenis tindak pidana paling banyak, yaitu narkotika sebanyak 1.990 perkara. Kemudian perkara perlindungan anak sebanyak 2.890 dan untuk perlu diketahui hampir di dalam penuntutan narkoba dalam kami 1 bulan itu setidak-tidaknya ada 10 perkara dengan tuntutan hukuman mati. Ini cukup banyak untuk hukuman mati ini," sambung Burhanuddin.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT