Gelar Peringatan Maulid Nabi, PKS Bicara Partai Dakwah Bukan soal Kekuasaan

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 29 Des 2019 10:31 WIB
PKS menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta - PKS menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. PKS menyebut diri sebagai partai dakwah yang tak hanya bicara soal kekuasaan.

Acara tersebut diselenggarakan di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (29/12/2019). Peringatan Maulid Nabi itu dihadiri sejumlah tokoh partai, di antaranya Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Aljufri, Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat NUr Wahid serta Presiden PKS Sohibul Iman. Ketua MUI DKI Jakarta Munahar Muchtar pun turut hadir.


Peringatan Maulid Nabi yang digelar PKS bertema 'Terus Berkhidmat untuk Kebaikan Umat'. Dalam sambutannya, Sohibul mengatakan acara ini sebagai wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad.

"Tentu Maulid ini kita rayakan secara rutin tiap tahun tiada lain adalah rasa ingin kita menunjukkan kecintaan kita kepada baginda Rasulullah SAW, dan ini pula dengan kita memperingati Maulid Nabi dan mengikuti sunah-sunah ini merupakan cerminan kecintaan kita kepada Allah," kata Sohibul.

Sohibul pun menyebut PKS sebagai partai dakwah yang tak melulu bicara kekuasaan. Menurutnya, PKS ingin melakukan perbaikan dalam kehidupan masyarakat.


"PKS sebagai partai politik yang pada awalnya memang gerakan dakwah, maka PKS sering menyebut sekarang partai dakwah. Maknanya apa? Artinya PKS tidak semata-mata partai politik yang semata-mata berbicara tentang kekuasaan, tetapi PKS merupakan partai politik yang kita ingin melakukan perbaikan-perbaikan dalam seluruh segi kehidupan masyarakat," ujarnya.

Sohibul pun mengajak kader PKS yang hadir meneladani Rasulullah yang disebutnya sebagai politikus dan negarawan. Menurutnya, Nabi Muhammad menjalankan politik kenabian.

"Marilah kita bersama-sama terus meneladani suri tauladan Rasul, karena beliau contoh terbaik, poltisi, negarawan yang sesungguhnya. Beliau mempraktikkan politik jalan kenabian," kata Sohibul. (azr/gbr)