Setelah Kasus 'Koboi' Lamborghini, Dugaan Jual-Beli Data Diusut Polisi

Mei Amelia R - detikNews
Sabtu, 28 Des 2019 17:32 WIB
Lamborghini yang dipakai Abdul Malik saat menodong pelajar. (Faisal Javier/detikcom)

Dari hasil pengecekan tersebut, diketahui kepemilikan Lamborghini tersebut atas nama Abdul Rochim, seorang buruh di Cipulir, Jakarta Selatan. Kepada polisi, Abdul Rochim menceritakan bahwa pada 2013 pernah diminta meminjamkan KTP oleh Y.

Saat itu, Abdul Rochim meminjam uang Rp 700 ribu kepada Y. Y pun bersedia meminjamkan uang dengan syarat agar Abdul Rochim menyerahkan KTP kepadanya.

Lama berselang setelah kejadian itu, Y tidak kunjung mengembalikan KTP miliknya. Hingga pada 2019, Abdul Rochim disurati dinas pajak untuk membayar tunggakan PKB mobil Lamborghini.

Penggunaan data 'aspal' sebenarnya bukan modus baru. Penggunaan data 'aspal' dilakukan sejumlah oknum pemilik kendaraan mewah untuk menghindari pajak hingga pajak progresif.

Meski demikian, mobil Lamborghini milik Abdul Malik tidak mengalami masalah dengan pajak. Pajak kendaraan mobil Lamborghini masih aktif.




Halaman

(mei/idh)