Ada Pos Wakil KSP, Fadli: Jokowi Katanya Mau Efisiensi, Malah Inefisiensi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 27 Des 2019 19:20 WIB
Waketum Gerindra Fadli Zon (dok. detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak konsisten dengan menerbitkan Perpres Nomor 83 Tahun 2019 tentang Kantor Staf Presiden (KSP) yang salah satunya mengatur pos Wakil Kepala Staf Kepresidenan. Jokowi dinilainya hanya bagi-bagi jabatan.

"Saya kira memang Pak Jokowi ini konsisten dengan inkonsistensinya. Jadi, selalu mengatakan sesuatu yang mau melakukan efisiensi tetapi ternyata inefisiensi. Terbukti ini kan seperti ada tarik-menarik kepentingan, tawar-menawar, akhirnya ujungnya urusan bagi-bagi jabatan," kata Fadli di Restoran Raden Bahari, Jalan Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Jumat (27/12/2019).

Menurut Fadli, adanya pos baru ini tidak sejalan dengan wacana Jokowi merampingkan birokrasi. Fadli mengatakan Jokowi mengakomodasi tim sukses masuk dalam kabinet dan bukan karena kapasitasnya.


"Malah lucunya waktu itu kan mau memangkas eselon 3 dan 4, ini malah terus menambahi dengan mereka yang dianggap sebagai tim sukses, atau mereka yang dianggap berjasa di dalam pemenangan pilpres kemarin. Bukan berdasarkan kapasitas, kapabilitas, integritas, dan juga kebutuhan dalam kelembagaan," ujarnya.

Lebih lanjut, Fadli menilai sudah ada lembaga yang menjadi perangkat langsung Presiden, yaitu Setneg, Setkab, dan KSP sendiri. Karena itulah, posisi Wakil KSP akan membuat tugasnya berhimpitan.

"Jadi, apalagi yang ini, saya kira cukup banyak, redundant (mubazir), apakah ini nanti akan efisien, apa tugasnya, nanti saling berimpitan, bertumpukan. Harusnya, satu pintu saja Setneg," ujar Fadli.


Seperti diketahui, Jokowi sebelumnya menandatangani Perpres Nomor 83 Tahun 2019 tentang KSP. Dalam perpres itu disiapkan pos baru, yaitu Wakil KSP.

Dalam Pasal 4 Perpres Nomor 83 Tahun 2019 yang dikutip detikcom, Selasa (23/12), disebutkan susunan KSP, yaitu:

1. Kepala Staf Kepresidenan
2. Wakil Kepala Staf Kepresidenan
3. Deputi
4. Tenaga Profesional
Halaman

(azr/jbr)