Prediksi Hujan Saat Tahun Baru, BMKG Minta Warga Waspada Hoax soal Tsunami

Wilda Hidayatun Nufus - detikNews
Jumat, 27 Des 2019 13:48 WIB
BMKG dalam acara refleksi akhir tahun 2019 (Wilda/detikcom)
Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan akan melanda beberapa wilayah di Indonesia seminggu ke depan, termasuk pada malam tahun baru. BMKG meminta warga menyiapkan mantel atau payung.

"Prakiraan cuaca kurang-lebih seminggu ke depan, termasuk di tahun baru nanti, diperkirakan masih akan hujan terus, terjadi hujan. Beberapa kondisi ekstrem dapat terjadi di beberapa wilayah di Indonesia," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di kantornya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (27/12/2019).



Dwikorita mengimbau warga terus memantau perubahan cuaca melalui aplikasi dan media sosial BMKG. Dia mengatakan pihaknya akan terus memberikan informasi terkait perubahan cuaca yang terjadi.

"Kami akan terus selalu memonitor dan memberikan peringatan dini, tiga hari sebelum kejadian sampai tiga jam sebelum kejadian, sehingga saya mohon untuk terus selalu memantau. Mohon install aplikasi Info BMKG, follow media sosial BMKG karena peringatan dini akan disampaikan di sana. Dan ini bukan berarti kami melarang orang beraktivitas. Silakan terus beraktivitas, beribadah, namun tetap siap-siap payung-mantel. Biasanya kejadian hujan itu siang menjelang sore, kadang malam juga. Jadi kalau dari pagi sampai siang biasanya cuacanya masih cerah berawan, sehingga optimalkan kegiatan di pagi dan siang hari, kemudian sorenya sudah mulai turun hujan," paparnya.



Lebih lanjut Dwikorita juga mengimbau warga mewaspadai hoax, terutama mengenai terjadinya tsunami atau gempa berskala besar. Dia juga meminta warga tidak menyebarkan info tak benar mengenai bencana di Indonesia, khususnya pada tahun baru.

"Kemudian beredar hoax, mengatakan tsunami setinggi sekian meter pada tanggal sekian, gempa 8,5 pada tanggal sekian. Mohon sekali lagi lihat informasi di info BMKG. Kami tidak akan pernah bisa menyampaikan kapan gempa dan kapan tsunami. Tsunami baru akan dapat disampaikan kalau ada gempa. Kalau tidak ada gempa, kami tidak bisa menyampaikan ada tsunami. Kalau ada berita yang mengatakan ada gempa akan terjadi di akhir tahun atau di awal tahun, itu mendahului Tuhan," tuturnya.

"Semoga tidak berdosa tapi mestinya berdosa. Mohon jangan pernah percaya. Jadi kami harus jujur, kalau tidak bisa diprediksi ya katakan tidak bisa diprediksi, jangan pura-pura kami bisa. Jangan mengakali orang lain dengan kepura-puraan kita. Sekali lagi mohon tetap tenang, waspada, nikmati hari libur bersama keluarga dengan selalu berdoa dan memonitor info BMKG," pungkas Dwikorita. (mae/aan)