Viral Bayangan Aneh di Sumut Saat Gerhana Matahari Cincin, Ini Faktanya

Indra Komara, Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 21:26 WIB
Bayangan berbentuk aneh muncul saat terjadi fenomena gerhana matahari cincin di Sumut. (Foto: Dok. Istimewa)
Medan - Bayangan aneh muncul saat terjadi fenomena gerhana matahari cincin di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut). Warga heboh karena bentuk bayangan yang muncul tidak umum.

Salah seorang warga bernama Uswatun Hasanah Hasibuan mendokumentasikan bayangan aneh itu dalam bentuk video dan viral di media sosial. Video berdurasi 11 menit itu memperlihatkan bentuk bayangan seperti 'bulan sabit' yang bertumpuk secara acak.



Bayangan itu terpancar langsung di aspal membentuk seperti gumpalan-gumpalan yang bersinar. Seorang warga pun memuji bentuk bayangan tersebut. Bagaimana fakta sebenarnya?

Uswatun Hasanah yang mengunggah video tersebut menjelaskan bayangan aneh itu terlihat pada saat fenomena gerhana matahari cincin, Kamis (26/12/2019) pukul 12.00 WIB. Dia kemudian membuat video siaran langsung dari akun media sosial miliknya.

Uswatun menceritakan bayangan aneh tersebut muncul di depan rumahnya di Perumahan Buana Asri, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu. Uswatun menduga bayangan itu merupakan pantulan cahaya yang menyentuh daun pepohonan di depan rumahnya.

"Sebenarnya itu ada pohon, cuma biasanya kalau lagi panas cahayanya nggak seperti itu," kata Uswatun saat dihubungi.



Sementara itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) kesulitan menganalisis fenomena bayangan aneh di Sumut itu. Dia pun menduga ada benda yang menghalangi cahaya matahari.

"Karena kita nggak lihat di atasnya apa, cuma aspal aja, tapi saya yakin di atas itu ada benda. Kalau siang hari itu kan bisa aja seperti fatamorgana, yang kita khawatirin ada tumbuhan di kanan kiri jalan yang melengkung di atas jalannya. Jadi jalannya ditutupi tumbuhan masuk celah sinar matahari. Kita sulit menganalisa karena gambar (video) atasnya nggak ada," ujar Kepala Bagian Humas Lapan Jasyanto saat dihubungi. (idn/jbr)