Round-Up

Ada Apa dengan #SaveParungPanjang?

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 21:04 WIB
Kondisi di Jalan Raya Parung Panjang (Sachril Agustin Berutu/detikcom)


Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kabupaten Bogor, Bisma Wisuda, mengatakan Pemkab Bogor telah berupaya agar masyarakat tidak terbebani dengan banyaknya truk tambang yang ada. Menurutnya, ada aturan yang membatasi jam operasional truk serta pembuatan kantong parkir bagi truk.

Bisma mengatakan aturan pembatasan jam operasional truk itu dibuat oleh Pemkab Tangerang, yakni dalam Perbup nomor 47 Tahun 2018. Truk dilarang melintas dari pukul 04.00 WIB sampai 22.00 WIB di wilayah Kabupaten Tangerang.



Dia menyebut sebagian warga juga membuat kantong parkir untuk truk-truk yang menunggu jam operasional. Namun, kantong parkir ini disebutnya hanya mampu menampung sedikit truk sehingga Jalan Raya Parung Panjang sering macet gara-gara truk tambang parkir di pinggir jalan.

"Jadi kita buatnya (kantong parkir) biar nggak melintas ke arah Tangerang itu. Kita buatnya di Jagabaya, Parung Panjang. Kantong parkir kami ada di situ, mau dikerjasamakan sama Tugu Tani," kata Bisma, ketika dihubungi, Kamis (26/12).



Bisma menjelaskan Pemkab Bogor juga telah berupaya agar pembangunan jalur khusus truk tambang cepat dilakukan. Dia mengaku telah mendorong Pemprov Jawa Barat agar jalur tambang cepat dibangun.

"Sudah, sudah ada DED (Detail Engineering Design)-nya Kemarin juga sudah rapat di Bappedalitbang. Kemarin Pemprov juga sudah buat DED-nya untuk jalur tambang," pungkas Bisma.
(zap/jbr)