Round-Up

Ada Apa dengan #SaveParungPanjang?

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 21:04 WIB
Kondisi di Jalan Raya Parung Panjang (Sachril Agustin Berutu/detikcom)


Tak hanya Iwan, Sartijo yang juga warga sekitar juga mengeluhkan jalanan Parung Panjang itu. Sebab, pengemudi truk yang melintas di sana kerap ugal-ugalan sehingga memicu kecelakaan. Muatan truk juga disebutnya sering tumpah ke jalan.

"Namanya kalau lewat nggak ingat pengendara lain. Banyak peristiwa dan kecelakaan. Hampir tiap hari ada yang tertimpa, tertabrak, ada saja," kata Sartijo, di Jalan Raya Mohammad Toha, Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Selasa (26/12).



Menurutnya, sebenarnya truk tambang yang hendak melintas di Parung Panjang itu waktunya sudah dibatasi. Namun, sopir truk sering kali membandel dan menerobos meski belum waktunya mereka lewat.

"Soalnya, waktunya bukan jalan, (truk) sudah pada jalan. Suka pada nerobos," ujarnya.

Tanggapan Pemerintah Atas Masalah Parung Panjang

Wagub Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyebut pembangunan jalur tambang di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, harus dilakukan. Menurutnya, akan berbahaya bila jalur itu tidak kunjung dibangun.

"Jalur tambang mutlak harus ada. Karena yang memakai jalur sekarang, banyak korban. Kan kalau dibiarkan berbahaya," kata Ruzhanul di Royal Tulip Gunung Geulis Resort and Golf, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (12/12).