Round-Up

Ada Apa dengan #SaveParungPanjang?

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 26 Des 2019 21:04 WIB
Kondisi di Jalan Raya Parung Panjang (Sachril Agustin Berutu/detikcom)
Jakarta - Media sosial Twitter diramaikan dengan tagar #SaveParungPanjang. Tanda pagar itu berisikan keluhan-keluhan warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Seperti apa keluhan mereka?

Kemunculan #SaveParungPanjang itu berawal dari banyaknya truk tambang yang sering melintas di Jalan Raya Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Tidak hanya melintas, namun truk itu membuat jalan Parung Panjang dipenuhi debu sehingga udara menjadi tidak sehat.

Selain itu, truk tambang yang banyak melintas juga dianggap membuat jalanan macet dan memicu banyak kecelakaan. Jalanan di Parung Panjang itu juga terlihat kumuh karena banyak debu.

detikcom memantau lokasi yang ramai di medsos, yakni di Jalan Raya Parung Panjang, Banten. Terlihat banyak truk besar dan kecil yang melintas di jalan itu dan membuat jalanan berdebu.



Terlihat juga ada proyek galian di jalan tersebut. Tak hanya itu, hal yang sama juga terlihat di Jalan Raya Mohammad Toha, Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Banyak truk yang melintas dan berdebu karena keberadaan truk ini, kemacetan juga terlihat di sejumlah titik karena ada truk yang melintas.

Selain itu, ada truk yang terlihat parkir di pinggir jalan. Banyak juga truk yang terlihat memanfaatkan lokasi parkir di sekitar jalan tersebut membuat jalanan itu terasa sesak dan sempit.

Bagaimana Respons Warga Parung Panjang?

Salah satu pengguna jalan, Iwan, menyebut kemacetan di kawasan Parung Panjang biasanya terjadi saat malam hari. Kemacetan terjadi karena banyak truk tambang yang diparkir di pinggir jalan.

"Setahu saya dari pengguna jalan, kalau malam itu macet sekali. Soalnya parkir habisin jalan. Kan truk parkirnya di kanan-kiri jalan. Kalau jalan habis, gimana mau jalan," ucap Iwan.

Dia menjelaskan banyak pengemudi yang memarkirkan truk di pinggir jalan karena menunggu jalur menuju Tangerang dibuka. Hal itu menurutnya menyebabkan kendaraan lain tak bisa melintas.

"Ya itu tadi, lebar jalan berapa meter sih. Beberapa hari lalu, saya terjebak 1 jam. Pada terkunci, truk pada nggak mau ngalah pas dibuka jam operasional. Kalau warga nggak mau bantu atur lalu lintas, nggak gerak mungkin sampai pagi," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3