Round-Up

Istana Tak Mau Didikte soal Jiwasraya

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 25 Des 2019 20:50 WIB
Presiden Jokowi disarankan mengarahkan kepada koalisinya di DPR untuk membentuk Pansus Jiwasrayagate. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Jakarta - Kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya berbuntut usulan pembentukan panitia khusus (Pansus) Jiwasrayagate kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pihak Istana enggan didikte terkait usulan pembentukan pansus.

Usulan tersebut disampaikan Politikus Partai Demokrat (PD) Andi Arief yang menyoroti permasalahan di Jiwasraya. Andi menyarankan Jokowi berpidato untuk mengarahkan parpol koalisi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) guna pembentukan Pansus Jiwasrayagate.


"Pak Jokowi, ini isu di luaran sudah nggak karuan soal Jiwasrayagate. Ada yang menyebut geng kota tertentu merampok, ada yang bilang dana Pilpres. Sebaiknya Bapak (Jokowi, red) pidato malam ini (25/12) menyatakan 'kepada partai koalisi untuk segera bentuk pansus dan buka kasusnya terang-benderang'," kata Andi lewat akun Twitter, Rabu (25/12).

Istana Tak Mau Didikte soal JiwasrayaPolitikus PD Andi Arief. (Foto: Pradita Utama)

Andi menuding Jiwasraya telah memindahkan uang milik peserta untuk kepentingan lain. Andi meminta Menteri BUMN Erick Thohir turun tangan.

"Buat Pak Menteri Erick Thohir, posisi sebagai menteri harus menjadi bagian penyelesaian masalah agar kami percaya bahwa ini bisa diselesaikan," Andi.
selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3