Mahfud Pastikan Pemerintah Terus Berupaya Bebaskan WNI Disandera Abu Sayyaf

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Rabu, 25 Des 2019 16:53 WIB
Menko Polhukam Mahfud Md (dok. detikcom)
Jakarta - Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan pembebasan seorang WNI yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina terus diupayakan. Upaya penyelamatan itu menurutnya tak bisa secara sembarangan.

"Terus diintai, terus diburu. Karena tidak mudah juga karena harus menyelamatkan jiwa ya. Kalau sekadar geruduk-geruduk itu mungkin akan lebih praktis," kata Mahfud usai menghadiri Open House Hari Natal di kediaman Menkominfo Jhonny G Plate, Jalan Bango, Jakarta Selatan, Rabu (25/12/2019).

Dia mengatakan upaya pembebasan itu mengutamakan keselamatan jiwa WNI yang disandera. Selain itu, keselamatan kelompok penyandera menurutnya juga tak bisa diabaikan.


"Tapi kan harus, penyandera pun harus selamat yang disandera terutama harus selamat. Sehingga kita tidak bisa leluasa untuk itu. Tapi sekarang sedang dalam pengejaran dan pengintaian itu sudah pasti," ujarnya.

Mahfud juga mengaku sudah membahas hal tersebut dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Keduanya kembali bertemu hari ini di kediaman Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, namun tak membahas masalah tersebut.


"Oh tadi tidak, saya bicara dengan Pak Prabowo seminggu lalu, bukan tadi, tadi tidak sempat, tadi kan natalan," ucap Mahfud.

Prabowo sebelumnya disebut akan bertemu Menhan Filipina untuk membahas upaya pembebasan seorang WNI yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf. Dua WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina sebelumnya telah berhasil dibebaskan.

"Pak Prabowo akan bertemu dengan Menhan Philipina di Manila beberapa hari ke depan untuk membahas hal tersebut, sekaligus berterima kasih karena telah membantu pembebasan 2 orang nelayan Indonesia," kata Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (24/12).


Tonton juga Menlu: 2 WNI Sandera Abu Sayyaf Sudah Berada di Otoritas Indonesia :

[Gambas:Video 20detik]

Halaman

(abw/jbr)