Ketua MPR Minta Raja Salman Tambah Kuota Haji Indonesia

Yakob Arfin - detikNews
Selasa, 24 Des 2019 10:57 WIB
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud untuk menambah kuota haji jemaah Indonesia dari 231 ribu menjadi 250 ribu. Hal ini dikarenakan besarnya antusias dan penduduk muslim Indonesia yang mencapai ratusan juta jiwa, sehingga masa tunggu keberangkatan haji mencapai 20 tahun lebih.

"Kami memahami bukan hanya penduduk Indonesia saja yang ingin menunaikan ibadah haji, melainkan seluruh umat muslim dunia. Namun mengingat Indonesia adalah negara berpenduduk muslim terbesar dunia, kami memohon kepada Raja Salman agar kuota haji Indonesia ditambah. Penambahan itu bisa memangkas waktu tunggu setidaknya menjadi dibawah 10 tahun. Sehingga bisa mempercepat penduduk Indonesia menunaikan rukun Islam kelima, menunaikan ibadah haji," ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Selasa (24/12/2019).

Pengajuan penambahan kuota haji ini disampaikan saat pimpinan MPR yang akrab disapa Bamsoet ini bertemu Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud, di komplek Kerajaan Arab Saudi, beberapa waktu lalu.


Dalam kunjungan kehormatan tersebut hadir pula Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Ahmad Muzani, Syarif Hasan, Zulkifli Hasan, Asrul Sani, Jazilul Fawaid, Fadel Muhammad, Nusron Wahid, Darul Siska, Idris Lalena dan Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel.

"Alhamdulillah Raja Salman mengatakan akan upayakan sekuat tenaga tambahan kuota haji dari 231 ribu menjadi 250 ribu untuk memenuhi permintaan aspirasi rakyat Indonesia yang sudah dianggapnya sebagai saudara kandung sendiri dan menyampaikan salam hangat untuk Presiden Jokowi," imbuhnya.

Bamsoet menilai Arab Saudi merupakan negara mitra strategis bagi Indonesia. Bukan hanya urusan politik dan ekonomi, tetapi juga urusan sosial dan budaya. Banyak para tokoh agama Islam Indonesia dari berbagai organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al Irsyad, dan lainnya, menimba ilmu agama di Arab Saudi.

"Bahkan sejarah mencatat, ada tiga ulama besar Indonesia yang pernah menjadi Imam di Masjidil Haram, yakni Syeikh Junaid Al Batawi, Imam Nawawi Al Bantani, dan Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Ini menandakan begitu dekatnya hubungan emosional antara Indonesia dengan Arab Saudi," ungkapnya.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan bersejarah Raja Salman ke Indonesia, dan sambutan yang disampaikan dalam sidang paripurna parlemen Indonesia. Indonesia mendapat kehormatan karena kunjungan Raja di Bali bahkan diperpanjang. Hal ini menandakan dekatnya Indonesia di hati Raja Salman.

Bamsoet menegaskan, Parlemen Indonesia sangat mendukung realisasi MOU antara Kerajaan Saudi dengan Pemerintah Indonesia.

Untuk kepentingan kedua negara, MPR RI juga siap kuatkan hubungan antara kedua negara dengan meningkatkan diplomasi parlemen, antara MPR RI bersama dengan Majlis Syura Arab Saudi.


Dalam pertemuan dengan Raja Salman tersebut, ia juga mengatakan bahwa Raja Salman menyambut baik inisiatif MPR RI yang mengajak Majelis Syuro Arab Saudi mempelopori pembentukan Forum Majlis Syura sedunia, khususnya anggota OKI.

Tak hanya itu, ia juga menitipkan warga negara Indonesia yang bekerja di Arab Saudi, baik di proyek perluasan kawasan Masjidil Haram maupun yang bekerja di berbagai sektor industri dan jasa rumah tangga.

Ia menilai sebagai sesama negara berpenduduk muslim seyogyanya mengedepankan persaudaraan sesama muslim.

"Kami berharap semua warga negara kami yang bekerja disini diberlakukan secara baik, selayaknya Rasulullah memperlakukan umatnya dengan cinta dan kasih sayang. Begitupun warga Arab Saudi di Indonesia yang kami jamin keselamatan lahir dan batinnya. Jika pun ada beberapa dinamika dan permasalahan, kita bisa kedepankan dialog untuk penyelesaiannya," pungkasnya.



Tonton juga video Poros Saunesia, Kerajaan Saudi Siap Investasi Miliar USD:

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)