Kompolnas Sebut Isu Jokowi Tonjolkan 'Geng Solo' di Kepolisian Berlebihan

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 24 Des 2019 09:00 WIB
Foto: Syahdan Alamsyah
Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menanggapi isu 'geng Solo' di Polri, yang dihembuskan Indonesia Police Watch (IPW). Menurut Kompolnas, analisis IPW berlebihan dan perlu diuji validitasnya.

"Saya pikir itu terlalu berlebihan. Validitas dari pendapat tersebut sangat perlu diuji," kata Komisioner Kompolnas Andrea Poeloengan saat dihubungi, Senin (23/12/2019).


IPW sebelumnya merilis analisanya tentang penunjukan Irjen Nana Sudjana sebagai Kapolda Metro Jaya, menggantikan Irjen Gatot Eddy Pramono yang dipromosikan sebagai Wakapolri. Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, mengatakan prestasi Nana semasa di kepolisian relatif biasa dan tidak menonjol, namun Nana merupakan mantan Kapolresta Solo semasa Jokowi menjabat sebagai wali kota di sana.

Hal itu menjadi salah satu dasar IPW menyimpulkan Nana diangkat karena kedekatannya dengan Presiden Jokowi. Selain Nana, IPW menyinggung nama Wakapolda Jateng Brigjen Ahmad Lutfi dan Kabareskrim Polri Irjen Listyo Sigit Prabowo yang juga mantan Kapolresta Solo.

"Untuk menjadi Kapolda harus melalui Wanjakti yang dipimpin oleh Wakapolri. Jadi tidaklah ceroboh dan bukan tanpa pertimbangan yang matang Irjen Nana menjadi Kapolda Metro Jaya," ucap Andrea.




Tonton juga video Jokowi 'Cuek' Sawit RI Ditolak Eropa: