Anak-anak Pengungsi Hadang Rombongan Gubernur Maluku

Anak-anak Pengungsi Hadang Rombongan Gubernur Maluku

- detikNews
Selasa, 22 Nov 2005 07:41 WIB
Ambon - Kunjungan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu beserta rombongan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) dan wartawan, Selasa (22/11/2005) pagi ini dihadang ratusan anak-anak pengungsi desa Wakolo, kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Penghadangan ini dilakukan di ruas jalan desa Wakolo menuju desa Lisabata Barat.Kejadian ini berlangsung ketika Gubernur Maluku dan rombongan hendak menghadiri pemulangan warga pengungsi pada tiga desa asal, masing-masing desa Wakolo, Patahue dan Nuniali."Rumah yang sudah dibangun sebanyak 54 unit. Sementara 16 unit belum dapat dibangun karena adanya aksi warga tetangga kami (Lisabata Barat-Red) yang memasang tapal batas desa sepanjang 50 meter persegi. Tapal batas itu sudah masuk pada lokasi dimana ke-16 unit rumah itu akan dibangun," kata Kepala Desa Wakolo Andi Koly saat ditemui detikcom, Selasa (22/11/2005).Untuk itu, Koly meminta Gubernur Maluku dapat memberikan pemahaman kepada warga Lisabata Barat sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan bersama. "Kami minta diberikan pemahaman sehingga tidak menimbulkan hal-hal negatif," ujarnya.Penghadangan ratusan anak-anak pengungsi plus kaum perempuan ini berlangsung sekitar 30 menit dan dilakukan dengan cara tidur dan duduk di sepanjang ruas jalan. Pantauan detikcom di lokasi kejadian, tangis bercampur histeris tak tertahankan tatkala Gubernur Maluku turun dari mobil dan menemui para pengungsi itu. Kepada para anak-anak dan pengungsi Wakolo, Gubernur Karel Ralahalu mengatakan dirinya akan mencari jalan keluar guna mengatasi persoalan dimaksud. "Saya sudah bentuk tim mediasi yang akan mempertemukan kedua warga untuk duduk bersama dan mencari jalan keluar yang terbaik," kata Gubernur.Sekedar diketahui, warga pengungsi desa Wakolo berjumlah 70 Kepala Keluarga beragama Kristen sementara warga desa Lisabata yang berpenduduk 294 KK beragama Islam. Persoalan tapal batas antar kedua desa ini sempat menimbulkan ketegangan. Tiga warga desa Wakolo sempat dirawat di rumah sakit akibat dianiaya oknum warga Lisabata Barat.Sementara itu saat dikonfirmasi, Kepala desa Lisabata Barat Abdurahman Tuny menyatakan warganya menerima baik kepulangan warga pengungsi desa Wakolo maupun warga desa lainnya. "Saya kira tidak ada masalah dengan tapal batas itu. Akan kita bicarakan sebanik baiknya sehingga tidak menimbulkan konflik baru lagi," tandas Tuny. (ary/)


Berita Terkait