Gibran Tak Perlu Bantuan Jokowi di Solo, Djarot: Seharusnya Begitu

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 23 Des 2019 19:33 WIB
Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat (Dwi Andayani/detikcom)

Sementara itu, politikus PDIP Hendrawan Supratikno menyebut pernyataan Gibran itu sebagai bentuk kerendahan hati dan kepercayaan diri. Bagi Hendrawan, branding 'anak presiden' justru tidak menguntungkan Gibran dalam politik karena bertentangan dengan semangat Marhaenisme yang dipegang para kader PDIP.

"Ya kami tafsirkan sebagai bentuk kerendahhatian, percaya diri, sekaligus untuk memitigasi risiko yang bisa mengganggu posisi, reputasi, dan kehormatan Presiden yang juga ayahnya," ujar Hendrawan.

Politikus PDIP Hendrawan SupratiknoKetua DPP PDIP Hendrawan Supratikno (Tsarina Maharani/detikcom)

"Untuk kepentingan elektoral, terlalu mengaitkan pencalonan dalam posisi sebagai anak presiden, atau sebentar-bentar bawa nama atau restu Presiden, tidak menguntungkan. Apalagi di depan massa Marhaenis, yang siklus hidupnya diajari dan ditempa tentang makna perjuangan," imbuhnya.

Sebelumnya, Gibran menegaskan tidak memerlukan bantuan sang bapak, Presiden Jokowi, untuk maju dalam Pilkada Solo 2020. Meskipun, kata Gibran, Jokowi mendukung keputusannya terjun ke dunia politik.


"Bapak mendukung. Saya nggak butuh (dibantu). Ngapain Bapak meng-endorse saya," kata Gibran usai blusukan ke Pasar Klewer, Solo, Senin (23/12).

"Saya sendiri cukup, nggak perlu turun tangan. Kaya apa aja to? Saya ke mana-mana sendiri. Daftar sendiri, fit and proper test sendiri. Yang menemani ya warga, relawan, dah itu lebih dari cukup," katanya.
selanjutnya
Halaman

(azr/fjp)