Saat Ular Berbisa Gigit Abu Bakar, Begini Pertolongan Pertama Rasulullah SAW

Rosmha Widiyani - detikNews
Senin, 23 Des 2019 12:27 WIB
Foto: ilustrator : Denny Putra/detikcom/Saat Ular Berbisa Gigit Abu Bakar, Begini Pertolongan Pertama Rasulullah SAW
Jakarta - Cerita digigit ular berbisa pernah dialami Abu Bakar RA saat menemani Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekah ke Madinah. Saat itu, keduanya memutuskan berlindung di Gua Tsur untuk menghindari kejaran orang-orang Quraisy pimpinan Abu Jahal.

Letak Gua Tsur kira-kira 6 kilometer ke arah selatan dari kediaman Rasulullah saat itu, -kini Masjidil Haram-. Tinggi gunung ini kurang lebih lima ribu kaki atau 1.400 meter. Nabi Muhammad dan Abu Bakar bersembunyi di tempat itu selama 3 hari.


Dikutip dari buku The Khalifah, Biografi 4 Khalifah karya Abdul Latip Talib, saat berangkat hijrah ke Madinah, Rasulullah ditemani oleh Abu Bakar Ash Shidiq. Keduanya memilih rute yang bukan biasa dilewati para kafillah saat ke Madinah yang dulunya bernama Yatsrib itu.

Sampai di puncak Gunung Tsur, keduanya memutuskan bersembunyi di sebuah gua. Abu Bakar RA masuk terlebih dulu ke dalam gua. Dia membersihkan gua dari kotoran-kotoran binatang juga menutup lubang-lubang agar tak ada ular berbisa masuk.

Saat itu di dalam gua ditemukan banyak lubang, sehingga Abu Bakar RA menutupnya dengan baju yang dikenakan. Abu Bakar RA merobek bajunya hingga hanya tersisa dua lubang di sebelah kiri. Setelah dirasa semua lubang tertutup, Abu Bakar RA memanggil Nabi Muhammad SAW untuk masuk dan beristirahat di dalam.

Rasulullah SAW yang kelelahan tertidur. Abu Bakar tak tega melihat sang penghulu rasul itu tidur tanpa alas. Diraihnya pelan-pelan kepala sang rasul dan ditaruh di atas pangkuannya. Sementara dua telapak kakinya digunakan untuk menutup dua lubang gua agar tak dimasuki ular berbisa.

Namun ternyata, ada satu ular berbisa yang masuk ke dalam lubang dan mengigit kaki Abu Bakar. Tidak ada penjelasan jenis ular yang mengigit Abu Bakar dan kaki sebelah mana yang digigit.


Diriwayatkan, Abu Bakar tidak tega menarik kaki yang menjadi alas tidur Nabi Muhammad SAW. Walhasil, ular tersebut menggigit Abu Bakar RA beberapa kali. Sehingga ayahanda Aisyah itu mengalami kesakitan yang luar biasa. Saking sakitnya, Abu Bakar RA sampai menangis dan meneteskan air mata.

Tak terasa air mata itu mengalir dan menetes mengenai Nabi Muhammad SAW yang menyebabkan putra Abdullah bin Abdul Muthalib itu terbangun. Mendapati sahabatnya menangis, Rasulullah pun bertanya sebab Abu Bakar menangis.

Kepada Rasulullah SAW, Abu Bakar menjawab bahwa dia tidak sedang sedih. Apalagi saat itu dia sedang berdua dengan kekasih Allah SWT. Dia juga tidak sedang dalam keadaan takut sebab dikejar-kejar musuh.


"Wahai Rasulullah, kakiku telah dipatuk ular berbisa," Abu Bakar menjawab sambil menangis menahan sakit.

"Kenapa engkau tidak memberitahuku dari tadi?" tanya Rasulullah.

"Wahai Rasulullah, Engkau sedang tidur. Aku tidak sampai hati untuk membangunkanmu," jawab Abu Bakar.

Mendengar jawaban tersebut, Rasulullah pun berdoa, "Ya Allah, jadikanlah Abu Bakar sederajat denganku pada hari kiamat nanti."

Ayahanda Fatimah RA itu kemudian memeriksa kaki Abu Bakar Ash Siddiq. Mengusapnya beberapa kali lalu mengucapkan, "Bismillahirrahmanirrahim."


Nabi Muhammad SAW juga menggunakan air liurnya saat mengusap luka gigitan ular berbisa. Setelah itu Abu Bakar RA pun merasa lebih baik. Rasa sakitnya sudah mulai berkurang.

Setelah peristiwa tersebut, Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar RA menetap dalam Gua Tsur hingga kembali melanjutkan perjalanan ke Yatsrib. (row/erd)