Sunarko Kuntjoro Dipanggil KPK di Kasus Suap Garuda

Ibnu Hariyanto - detikNews
Senin, 23 Des 2019 11:45 WIB
Dokumentasi Gedung Merah Putih KPK (Foto: dok detikcom)
Jakarta - Penyidik KPK memanggil seorang saksi dalam lanjutan kasus dugaan suap berkaitan dengan pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia. Saksi itu atas nama Sunarko Kuntjoro.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka HDS (Hadinoto Soedigno)," kata Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriyati kepada wartawan, Senin (23/12/2019).

Dalam jadwal pemeriksaan di KPK, Sunarko disebut kapasitasnya sebagai mantan Executive Vice President (EVP) Engineering PT Garuda Indonesia. Namun dari penelusuran ditemukan nama yang sama sebagai mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia.

Adapun kasus yang tengah diusut KPK ini merupakan pengembangan perkara yang menjerat mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar. Sedangkan Hadinoto dijerat KPK sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia periode 2007-2012.

Emirsyah dan Hadinoto diduga KPK mendapatkan suap dari perantara bernama Soetikno Soedarjo. Oleh KPK, Soetikno disebut sebagai beneficial owner dari Connaught International Pte Ltd serta pemilik dari PT Mugi Rekso Abadi (MRA).




Namun berkas perkara Emirsyah dan Soetikno sudah lebih dulu dirampungkan KPK. Keduanya segera menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Emirsyah--saat diumumkan sebagai tersangka pada Januari 2017--diduga KPK menerima 1,2 juta euro dan USD 180 ribu serta dalam bentuk barang melalui Soetikno sebagai perantara dari Rolls-Royce P.L.C. Selain nominal yang diduga diterima Emirsyah, KPK mengidentifikasi adanya pusaran uang lain yang bahkan tidak hanya berada di dalam negeri serta tidak hanya pada Emirsyah seorang.

Selain itu, Emirsyah turut diduga menerima suap dalam bentuk barang dengan total nilai USD 2 juta. Barang-barang itu tersebar di Singapura dan Indonesia. KPK juga menjerat Emirsyah dan Soetikno sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang.

Adapun Hadinoto diduga menerima suap juga melalui Soetikno senilai USD 2,3 juta dan 477 ribu euro yang dikirimkan ke rekening miliknya di Singapura.


Simak Video "Sudah Tahu Apa Itu PT Garuda Tauberes Indonesia?"

[Gambas:Video 20detik]

Halaman

(ibh/dhn)