Tanpa Periode Seperti Presiden, Jabatan Hakim Agung Digugat

Andi Saputra - detikNews
Minggu, 22 Des 2019 12:15 WIB
Gedung MA (dok.ari)
Jakarta - Hakim agung pensiun di usia 70 tahun dan tidak memiliki periode per lima tahun seperti Presiden RI. Hal ini dinilai inkonstitusional dan digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Dengan pembatasan masa jabatan Presiden dan tidak adanya pembatasan masa jabatan hakim agung--menurut pandangan kami sebagai warga negara-- telah terjadi diskriminasi. Karena di satu sisi masa jabatan Presiden dan Wapres dibatasi, di sisi lain tidak ada pembatasan terhadap masa jabatan hakim agung," kata pemohon, Aristides Verissimo de Sousa Mota, dalam berkas gugatan yang dilansir website MK, Minggu (22/12/2019).

Jika seseorang terpilih menjadi hakim agung pada usia 45 tahun, kemungkinan besar ia bisa berkuasa selama 25 tahun karena usia pensiun hakim agung adalah 70 tahun. Atas hal itu, Aristides meminta MK menyatakan masa jabatan hakim agung adalah 5 tahun.

"Dan dapat dipilih kembali untuk satu periode sehingga masa jabatan hakim agung maksimal 10 tahun," ujarnya.

Untuk hakim agung yang telah bertugas lebih dari 10 tahun, Aristides meminta putusan MK langsung berlaku. Hakim agung yang dimaksud harus berhenti dari jabatannya.

"Untuk hakim agung yang telah bertugas lebih dari lima tahun tetapi kurang dari 10 tahun, maka masa tugas yang bersangkutan berakhir ketika telah mencapai sepuluh tahun," kata Aristides dalam petitumnya.

Adapun untuk hakim agung yang belum lima tahun bertugas, masa jabatannya selesai saat masuk masa kerja lima tahun. Hakim agung itu harus mengikuti seleksi ulang agar bisa jadi hakim agung lagi.

"Demikian gugatan ini kami buat dengan harapan semoga majelis Yang Mulia menerima gugatan dan tuntutan yang kami ajukan demi kebaikan bangsa Indonesia tercinta," ucap Aristides.

Saat ini, hakim yang memiliki periode adalah hakim konstitusi dan hakim ad hoc. Keduanya mempunyai masa kerja per lima tahun. Setelah itu, dilakukan review dan dipilih kembali.


Tonton juga Sunat Hukuman Lucas, MA: Putusan Hakim Berdasar Keadilan:

[Gambas:Video 20detik]

(asp/rvk)