NasDem soal Jiwasraya: Andi Arief Minum Air Putih Biar Pikiran Jernih

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 21 Des 2019 16:13 WIB
Ketua DPP NasDem Irma Suryani (Faiq/detikcom)
Jakarta - Waketum Partai Demokrat Syarief Hasan dan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menganggap Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyalahkan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait permasalahan keuangan di PT Jiwasraya. NasDem meminta Demokrat tak terbawa perasaan (baper) terkait hal ini.

"Menurut saya, teman-teman Demokrat tidak perlu baper, kan Pak Jokowi cuma bilang bahwa persoalan Jiwasraya ini sudah ada sejak 10 tahun lalu. Karena dibiarkan selama 10 tahun, ya jadi makin berat masalahnya," ungkap Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago kepada wartawan, Sabtu (21/12/2019).

Menurut Irma, Presiden Jokowi hanya memberi penjelasan. Pernyataan Jokowi disebutnya tidak berarti menyalahkan pemerintah sebelumnya, yang dipimpin oleh Presiden SBY.


"Pak Jokowi hanya memberikan penjelasan terkait kinerja Jiwasraya yang jeblok, kok mikir-nya kejauhan sih? Tabayun, dong, nggak perlu terlalu perasaan dalam politik," sebutnya.

Pernyataan Jokowi membuat Demokrat menilai SBY dijadikan kambing hitam. Sementara itu, Andi Arief menganggap Jokowi tengah menyalahkan pemerintahan era SBY.

NasDem Soal Jiwasraya: Andi Arief Minum Air Putih Biar Pikiran JernihAndi Arief (Foto: dok. Twitter @AndiArief_)

"Jangan kebiasaan juga menuduh itu Andi Arief, minum air putih yang banyak agar pikirannya kembali jernih," tutur Irma.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi mengaku sudah punya gambaran solusi untuk masalah Jiwasraya ini. Jokowi sudah berkoordinasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurut Jokowi, masalah Jiwasraya sudah ada sejak 10 tahun yang lalu.

"Ini persoalan yang sudah lama sekali, 10 tahun yang lalu. Problem ini yang dalam 3 tahun ini kita sudah tahu dan ingin menyelesaikan masalah ini," kata Jokowi di Novotel Balikpapan, Kaltim, Rabu (18/12).


"Ini bukan masalah yang ringan, tapi setelah saya perhatikan, Pak Menteri BUMN (Erick Thohir), kemarin kita sudah rapat Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan. Yang jelas, gambaran solusinya sudah ada. Kita tengah mencari solusi itu. Sudah ada (solusi), masih dalam proses semua. Tapi, berkaitan dengan hukum, ranahnya sudah masuk ke kriminal, sudah masuk ke ranah hukum. Alternatif penyelesaian akan selesaikan," jelasnya.

Ucapan Jokowi ini mendapat reaksi negatif dari Syarief Hasan dan Andi Arief. Syarief Hasan menyebut Jokowi menjadikan SBY kambing hitam, begitupun dengan Andi Arief, yang menilai Jokowi menyalahkan pemerintahan SBY pada masa lalu.

"Pak Jokowi kambuh, asuransi yang gagal bayar di eranya Jokowi-Ma'ruf, yang disalahkan justru era Jokowi-JK dan era SBY-Boediono," kata Andi Arief dalam cuitannya kepada wartawan kemarin.



Eks Bos Jiwasraya Bantah Lari ke London dan Menantu Moeldoko:

[Gambas:Video 20detik]


selanjutnya
Halaman

(elz/fdn)